Kenali Kanker Nasofaring !
December 26, 2009 by Nonioriginal
Filed under Artikel
Merupakan kanker yang terdapat pada nasopharing, berada di antara belakang hidung dan esofagus. Kanker ini merupakan tumor ganas daerah kepala dan leher yang terbanyak ditemukan di Indonesia. Hampir 60% tumor ganas kepala dan leher merupakan kanker nasopharing, kemudian diikuti oleh tumor ganas hidung dan sinus paranasal (18%), laring (16%), dan tumor ganas rongga mulut, tonsil, hipofaring dalam prosentase rendah. Pada banyak kasus, nasopharing carsinoma banyak terdapat di negara ras mongoloid, khususnya Cina Selatan. Namun tidak menutup kemungkinan terdapat di negara lain, seperti di Yunani, Afrika bagian Utara seperti Aljazair dan Tunisia, orang Eskimo. Di Indonesia, kanker ini lebih banyak menyerang keturunan tionghoa dibanding suku lainnya. Kanker ini lebih banyak dijumpai pada pria daripada wanita.
Tanda dan Gejala
Gejala kanker nasopharing dapat dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu:
- Gejala nasopharing sendiri, berupa Mimisan ringan (keluar darah lewat hidung) atau sumbatan hidung. Ini terjadi jika kanker masih dini.
- Gejala telinga, merupakan gejala dini yang timbul karena tempat asal tumor dekat muara tuba Eustachius (saluran penghubung hidung-telinga). Gejalanya berupa telinga berdenging atau berdengung, rasa tidak nyaman di telinga, sampai nyeri.
- Gejala mata dan saraf, dapat terjadi sebagai gejala lanjut karena nasopharing berhubungan dekat dengan rongga tengkorak tempat lewatnya saraf otak. Gejala dapat berupa nyeri kepala, nyeri di bagian leher dan wajah (neuralgia trigeminal), pandangan kabur, penglihatan dua (diplopia).
- Gejala metastasis/menyebar atau gejala di leher. Berupa bengkak di leher karena pembengkakan kelenjar getah bening
Penyebab
Pada umumnya kanker disebabkan karena adanya pertumbuhan sel kanker yang tidak terkontrol. Kanker dapat juga timbul karena adanya faktor keturunan (genetik), lingkungan, dan juga virus. Kanker nasopharing disebabkan karena adanya perkembangan sel kanker yang tidak terkontrol di bagian nasopharing. Namun pada banyak kasus, nasopharing carsinoma disebabkan karena adanya faktor keturunan (genetik).
Adapun faktor resiko penyebab adanya kanker nasopharing, antara lain:
1. Makan makanan asin
Pada banyak kasus di Cina, nasopharing carsinoma disebabkan dari makan ikan asin. Juga dari bumbu masak tertentu dan makan makanan terlalu panas.
2. Virus
Beberapa virus menimbulkan tanda dan gejala seperti demam. Beberapa virus memiliki kemungkinan akan timbulnya kanker nasopharing. EBV-Virus biasanya yang menyebabkan kanker.
3. Keturunan
Dalam keluarga dengan riwayat terkena kanker -terutama kanker nasophariing- besar kemungkinan untuk terkena kanker nasopharing daripada yang tidak memiliki riwayat keluarga terkena kanker.
Ada lagi faktor yang memperbesar timbulnya kanker, seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol. Kedua hal ini memungkinkan resiko terkena kanker.
Diagnosis
Seperti pada umumnya, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan tentang tanda dan gejala yang dialami. Setelah itu dokter akan mulai menekan bagian lehermu dimana terdapat kelenjar getah bening yang membengkak. Beberapa tanda dan gejala dari kanker ini memang tidak terlalu spesifik. Pemeriksaan ini mungkin akan berlangsung selama beberapa bulan.
Jika dicurigai terjadinya kanker, dokter akan mulai menggunakan endoskop untuk melihat nasopharing yang abnormal tersebut. Dalam penggunaannya diperlukan anestesi lokal. Setelah itu, diambil biopsy (sampel) yang kemudian diuji apakah merupakan kanker.
Kemudian dokter akan menentukan stadium kanker itu dengan cara:
- MRI (membantu melihat kanker yang menyebar di sekitar kepala)
- CT scan (melihat kanker yang tersebar pada tulang)
- Pengambilan biopsy: ini digunakan untuk melihat kanker yang berada di kelenjar getah bening.
- Sinar X(melihat kanker yang menyebar di bagian paru-paru)
Adapun tingkatan dari kanker ini adalah:
- Stadium 0: Sel-sel kanker masih berada dalam batas nasopharing, biasa disebut dengan nasopharynx in situ
- Stadium 1: Sel kanker menyebar di bagian nasopharing
- Stadium 2: Sel kanker sudah menyebar pada lebih dari nasopharing ke rongga hidung. Atau dapat pula sudah menyebar di kelenjar getah bening pada salah satu sisi leher.
- Stadium 3: Kanker ini sudah menyerang pada kelenjar getah bening di semua sisi leher
- Stadium 4: kanker ini sudah menyebar di saraf dan tulang sekitar wajah.
Dari tingkatan-tingkatan inilah dokter dapat menentukan jenis pengobatan yang tepat bagi penderita.
Pengobatan
Beberapa macam pengobatan untuk penderita nasopharing carsinoma, antara lain:
1. Terapi Radiasi
Terapi ini dapat merusak dengan cepat sel-sel kanker yang tumbuh. Terapi ini dilakukan selama 5-7 minggu. Terapi ini digunakan untuk kanker pada tingkatan awal.
Efek samping dari terapi ini adalah: mulut terasa kering, kehilangan pendengaran dan terapi ini memperbesar resiko timbulnya kanker pada lidah dan kanker tulang.
2.Kemoterapi
Merupakan terapi dengan menggunakan bantuan obat-obatan. Terapi ini bekerja dengan cara mereduksi sel-sel kanker yang ada, namun adakalanya sel-sel yang sehat (tidak terkena kanker) juga tereduksi.
Efek samping dari terapi ini adalah: rambut rontok, mual, lemas(seperti kehilangan tenaga). Efek samping yang timbul tergantung pada jenis obat yang diberikan.
3.Pembedahan
Tujuan dari pembedahan ini adalah untuk mengambil kelenjar getah bening yang telah terkena kanker. (Fernando Gazali)
Daftar Pustaka
- Soepardi, Efiaty Arsyad dkk. Buku Ajar Ilmu Kedokteran Telinga Hidung Tenggorok Kepala & Leher. Edisi keenam. Jakarta: 2007, FKUI.
- www.emedicine.com/radio/topic551.htm
- www.mayoclinic.com/health/nasopharyngeal-carcinoma
- www.utmb.edu/otoref/Grnds/Nasophar-CA-980121/Nasophar-CA-980121.htm
Dari : tanyadokteranda.com
TNJ Membantu Pasien HIV
December 19, 2009 by Nonioriginal
Filed under Testimonial
Para Dokter dan Perawat Tidak Mempercayainya
Paul Miller, saudara penderita AIDS
Namaku Paul Miller. Aku adalah seorang pengemudi UPS (perusahaan ekspedisi – Red) dan pada kesempatan ini ingin membagikan pada anda suatu mukjizat – yang saya sendiri tidak akan mempercayainya bila tidak melihat dengan mata kepala sendiri.
Bemula pada tanggal 27 Desember 1998 ketika aku menerima panggilan telepon dari saudariku, Deborah Gear, dari Port Orange, Florida. Dia berkata bahwa dia ingin berbicara denganku secepat mungkin, jadi aku langsung pergi ke sana malam itu. Dia berkata bahwa dia mengalami kesulitan berbicara dan telah pergi ke Rumah Sakit Halifax untuk menjalani beberapa tes. Setelah dua minggu berada di rumah sakit dan dua minggu menunggu hasilnya maka datanglah kabar buruk itu. Saudariku yang telah menjadi perawat selama 12 tahun, terdiagnosa positif HIV dan memiliki kondisi yang disebut PML, PML adalah bentuk AIDS yang langka dan sangat mematikan.
Dia hanya memiliki waktu 2 bulan untuk hidup, Singkatnya PML adalah AIDS pada otak. Pada bulan kedua Februari, tubuh bagian kanan saudariku telah lumpuh total dan kemampuan berbicaranya menurun, tinggal menjawab ya atau tidak saja. | Kondisinya terus menurun drastis setiap minggunya. Aku berdoa pada Tuhan bilamana ada jawaban bagi kondisinya biarkan aku menemukannya. Seminggu sebelum Paskah bercak pada otaknya sudah meliputi 10%. Dia menjadi incoherent, tidak mengetahui siapa dirinya, viral loadnya di atas 800.000, jumlah sel T nya di bawah 100 dan terdapat 7 borok pada kakinya yang tidak kunjung sembuh. Berat tubuhnya hanya 40 kg.
Dr. Hall menghentikan pemberian obat HIV pada titik itu dan menaruhnya di fasilitas Hospice di Port Orange untuk menghabiskan sisa hidupnya. Dia berkata bahwa saudariku hanya memiliki 5 hari untuk hidup, paling bagus 10 hari. Itu terjadi di hari Jumat sebelum Paskah. Aku akan berlibur minggu depan dan aku tahu aku akan menghadiri sebuah pemakaman.
Sebelum pulang kerja hari Jumat, seorang temanku Ricky menceritakan padaku tentang suatu produk yang mungkin dapat membantu saudariku yaitu Noni juice dari Tahiti. Dia menceritakan semua tentang produk itu dan kemudian aku berkata bahwa tidak ada yang dapat menolong saudariku sekarang karena sudah terlampau parah, namun dia membujukku untuk membelikannya satu botol harapan meskipun aku tahu itu tidak akan menolong.
Pada hari Sabtu aku memberikannya pada saudariku dan menceritakan padanya meskipun dia tidak tahu bahwa aku ada disana. Aku menyuruh para perawat untuk mulai memberikan padanya 180 hingga 240 cc setiap hari. Mereka begitu berat hati dan meminta ijin pada dokter. Dr. Hall kemudian berkata bahwa saudariku boleh diberikan meskipun itu tidak akan membantunya dan para perawat juga berpikir demikian namum mereka akan mulai meminumkan-nya.
Tiga hari kemudian, di tengah-tengah liburan, aku berkunjung ke saudariku; dia mulai bereaksi terhadap noni juice. Entah bagaimana dia mulai sadar dan mencoba untuk bercakap-cakap meskipun aku tidak dapat mengerti sepatah pun kata. Ayahnya, dokter, dan aku berpikir itu hanyalah tarikan nafas terakhirnya sebelum meninggal. Aku kembali pada hari Sabtu hanya untuk melihat lagi kemajuan. Dia mulai bisa mengucapkan ya dan tidak dan sadar dalam waktu yang cukup lama. Berat badannya naik 2,7 kg dan borok pada kakinya nampak mulai sembuh. Hal ini sepertinya terlalu menakjubkan untuk dipercayai. Setelah satu minggu yang penuh dengan perkem-bangan tidak satupun yang percaya bahwa ini dikarenakan juice tersebut, namun pada saat itu saudariku hanya mengkonsumsi obat tidur, obat penghilang rasa sakit dan noni juice. Aku mulai berpikir apakah ini karena noni.
Sejak saat itu aku terus mengunjunginya setiap minggu. Setelah mengkonsumsi noni selama dua minggu, borok-boroknya sudah sembuh total. Dia mulai makan seperti kuda dan berat badannya meningkat 2,2 kg setiap minggunya dan mulai lebih bisa berbicara, bahkan dalam bentuk kalimat pada minggu ketiga.
Pada minggu keempat mengkonsumsi Tahitian Noni, dia mulai dapat menggerakkan bagian kakinya yang lumpuh dan beberapa hari kemudian dia mulai dapat menggerakkan lengannya. Para dokter dan perawat tidak dapat mempercayainya. Meskipun dengan berat hati mereka mulai menarik kesimpulan bahwa perkembangannya adalah akibat dari noni juice. Dia mulai berjalan dan berbicara meskipun kondisinya masih jauh dari normal.
Pada tanggal 30 Juni, saudariku diperbolehkan pulang dari Hospice. Saat ini berat badannya sudah seperti sediakala, 60 kg.
Tuhan telah mengijinkanku menemukan jawabannya; sebuah tanaman yang diciptakanNya dan telah menyelamatkan nyawa saudariku.
Hari ini, tanggal 10 ]uli 1999, semua hasil tes-tes terbaru telah ada. Viral load dan sel T nya semua dalam kisaran normal; hasil pemindaan CAT memperlihatkan pengurangan bercak pada otaknya dari 70% menjadi tinggal 3%. Kepekatan bercak yang tersisa sangat tipis sehingga dokter mengindikasikan bahwa bercak itu akan menghilang dengan sendirinya.
Saudariku tidak lagi dalam kondisi sekarat, meskipun dia masih harus berkutat dengan terapi fisik, terapi bicara dan membutuhkan waktu untuk kembali dan belajar berbagai hal yang telah dia lupakan. Kelak dia akan menjadi baik kembali. Aku telah mendapatkan saudariku kembali dan mengucap syukur pada Tuhan dan Noni juice untuk itu. Noni akan mengubah hidup anda selamanya. Dia telah melakukannya padaku dan aku tidak akan melupakannya.
Submitted by Patty Branton
My eldest son, Nehemiah, was diagnosed with HIV in the fall of 1997, and with acute disabling AIDS in March of 1998. At this point, his T-cells were less than 100, his viral load was 720,000. He was opposed to taking HIV medication at this time so we began a search for a more natural protocol. I learned about Noni Juice and the studies being done at U.C. Irvine with Noni and HIV/AIDS, in July of 1998. Nehemiah started drinking 6-8 oz. a day and after 2 weeks we had blood work done. His T-cells went up tp 178, and his viral load dropped considerably. He stopped taking Noni while going through an acute depression and again his T-cells dropped to less than 100, and his viral load went up tp 750,000. Nehemiah is now in recovery since 11/2/98- he is back drinking 8 0z. of Noni a day as well as AIDS medication. His last blood work tells us his T-cells are 391 and his viral load is at an all time low of 78. Nehemiah attributes his quick and continued recovery to Noni Juice combined with HIV medication. His doctor is very encouraged that Nehemiah was able to recover this fast as well as overcome an amphetamine addiction with very little discomfort and virtually no side effects. Nehemiah is now talking about his future and we believe that Noni is a gift from God.
I have also been taking 2-4 oz. of Noni Juice a day since July 1998. I was diagnosed with clinical depression and chronic fatigue syndrome and also had a lot of pain in my back that kept me from sleeping well. Life felt overwhelming. My body responded very quickly to Noni. I have renewed, sustained energy throughout the day, and more mental clarity and I sleep well and wake up ready for the day. My back pain has diminished and I have the energy to work out and keep up with my family. The analgesic properties have also helped with menstrual pain All of the Brantons are experiencing the phenomenon of no colds of flu this season! Especially my smallest son, age 3. He has a condition called Bronchia Pulmonary Dysphasia- his lungs just aren’t that efficient due to being on a respirator for 5 months after his birth at 25 weeks gestation. This has effected his immune system so that he has been ill every other week of his life until now. He has had one small cold this year.
My husband Michael says he has more energy, more mental clarity, less stress in his job, less need for coffee and has experienced relief from his allergies.
Sincerely,
Patty Branton








