Browse >
Home / Archive by category 'Produk'
[1] TAHITIAN NONI INTERNATIONAL adalah perusahaan pertama yang memproduksi Juice dari Buah Noni dan didirikan pada tahun 1996. Sekarang dalam Setiap 1,8 detik, terjual 1 Botol (1 Liter) TAHITIAN NONI Juice di seluruh dunia. TAHITIAN NONI Juice sampai sekarang mendominasi 95% pasaran dunia.dan Tahitian Noni International sekarang ada di lebih dari 80 negara.
[2] Ada 400 Merk NONI yang Tiruan/ASPAL dari 150 perusahaan didunia yang beredar, termasuk 5 Merk dari Indonesia. Dan kesemuanya dengan cara yang menyesatkan (misleading) dan curang (fraudulent) yaitu memakai Hasil karya riset Prof Dr.Neil Solomon M.D,Ph.d yang telah meriset hanya TAHITIAN NONI Juice bukan NONI yang lainnya, dan beliau nyatakan dengan RESEARCH CERTIFICATION TGL.12 April 2001
[ 3 ] Banyak sekali uji klinis yang telah dilakukan terhadap TAHITIAN NONI Juice, selain terbukti mendapat EUROPEAN UNION Novel Food , juga sejak tahun 1997 sehingga sekarang Prof.Dr.Neil Solomon, M.D., Ph.D bekerjasama dengan 1300 Dokter & Pakar Kesehatan di seluruh dunia secara Independen mengadakan penelitian dari 27.000 pengguna TAHITIAN NONI Juice sehingga di REKOMENDASI oleh WHO (World Health Oganization) dan mendapat PENGHARGAAN ( AWARD ) dari PBB (United Nation) dan juga mendapat 27 Paten & Paten pending, 750 + Trademarks registered worldwide dari berbagai Badan Dunia dan LSM, Selain itu juga setiap Tahun diterbitkan IFANCA HALAL PRODUCT CERTIFICATION setelah melalui uji klinis yang ketat.
[4] Dengan analisa HPLC (High Performance liquid Chromatography) untuk mengukur dan mengindentifikasi senyawa yang ada menunyukkan senyawa kimia yang spesifik seperti Vitamin C, Antioxidants dan Proxeronine dsb, maka perbandingan FOOTPRINT dari NONI yang lain sangat rendah daripada TAHITIAN NONI Juice
[5] Sejak January tahun 2004 TAHITIAN NONI Juice adalah satu2nya Produk NONI yang boleh beredar di seluruh UNI EROPA bukan merek NONI yang lainnya Scientific Committee menyatakan bahwa dengan standard Uni Eropa yang sangat ketat, TAHITIAN NONI Juice dinyatakan sangat aman dikonsumsi oleh semua orang dengan kondisi kesehatan apapun tanpa menyebabkan Efek Samping yang negatif.
[6] Beberapa relawan untuk Pengujian harus meminum 7 1/2 botol @ 1 Ltr TAHITIAN NONI Juice setiap hari selama 4 minggu berturut2 dan hasil test darah terbukti tidak ada keracunan ( beda dengan obat kimia yang ada OVERDOSIS dan KONTRA INDIKASI )
[7] Juga Pemeriksaan bebas bahan toksin oleh Laboratorium Independent (ConsummerLab.com Athletic Banned Substance Screening Program) dan tidak mengandung stimulants, narcotics, anabolic agents, diuretics, masking agents dan beta-biokers yang dinyatakan oleh beberapa associasi Olah Raga seperti NCAA (National Collegiate Athletic Association) & Olympiade sehingga tidak dikuatirkan sebagai DOPPING.
[8] TAHITIAN NONI Juice adalah SATU2-NYA dan yang PERTAMA minuman & supplement yang bukan bahan kimia (obat2an) yang diakui oleh DUNIA dan khususnya di USA untuk bisa masuk di Physicians Desk Reference (PDR) suatu badan resmi PRESTISIUS yang memuat daftar obat2 dibawah FDA yang sudah ada selama lebih dari 50 tahun yaitu yang menjadi acuan para medis / dokter untuk membuat RESEP pasiennya.
[10] Dalam sidang pertemuan Tahunan The American Association for Cancer Research 2001, NONI : Top 10 Cancer treatment , Gentle protector and healer , jadi untuk pengobatan Kanker TAHITIAN NONI Juice adalah yang terdepan dari urutan 10 Obat Kanker dan dinyatakan yang sangat Gentle ( tanpa resiko samping yang negative) sedangkan 9 obat yang lainnya mengandung effek samping negative a.l. kemotrapi yang selain membunuh sel kanker juga akan membunuh sel positif yang dibutuhkan tubuh kita sehingga trombosit & leukosit ikut turun.
[11] Direkomendasikan lebih dari 5000 dokter dan ahli kesehatan lainnya di seluruh dunia
[12] Manfaat kesehatan TAHITIAN NONI Juice telah ditampilkan dalam program 30-menit Discovery Channel Today’s Health pada Februari 2003
[13] Tahitian Noni International peringkat #26 dari 12 juta perusahaan Inc 500 tahun 2001, dan merupakan perusahaan yang masuk dalam 20 perusahaan yang tercepat pertumbuhannya (Griffin Hill Consulting) yaitu :
1. Google
2. Federal Express
3. Intel
4. TAHITIAN NONI INTERNATIONAL
5. Sony
6. Wal-Mart
7. Nike
8. Microsoft
9. Marriot
10.Mc Donald’s
11.Disney
12.Boeing
13.Pepsi
14.IBM
15.Starbucks
16.Xerox
17.Coca-Cola
18. Reebok
19. Nestle
20. P&G
“Mungkin tidak ada lima perusahaan dalam sejarah dunia pertumbuhan pendapatnannya setara Tahitian Noni International pada tujuh tahun pertamanya. Sejarah Tahitian Noni International adalah gejala langka dalam sejarah keberanian perusahaan manusiawi”
Dr. Scott O Baird, CEO Griffin Hill Consulting
Anda bisa membeli secara online dari web kami atau ingin menjadi Agen dari Tahitian Noni International di seluruh Indonesia dan dari Luar negeri atau memerlukan Info Penting lainnya tentang Produk yang luar biasa ini.
PROFIL PERUSAHAAN TAHITIAN NONI INTERNATIONAL
Apa yang membuat TAHITIAN NONI INTERNATIONAL unik? -“Multi Channel Marketing” / Acess Marketing
Adalah gabungan konsep bisnis yang sangat kuat untuk meraih pasar dan peluang berpenghasilan
:: Network Marketing - Residual Income
:: Catalog Direct Marketing
:: Brand Marketing - Johnny Lingo, Woman’s Club and TNI Cafe
:: E-Commerce - Internet
:: Campaign Marketing
Ini adalah cara marketing terbaik Abad 21
TNI’s “Multi Channel Marketing” yang membedakan dengan perusahaan networking yang lain
Dengan bergabung menjadi agen/distributor Tahitian Noni International
FASILITAS YANG BISA ANDA DAPATKAN
:: Tanpa Batas Wilayah - Satu No. ID ( Independent Product Consultant) yang berlaku di Seluruh Indonesia dan di 80 Negara, serta yang terpenting bisa menjalankan bisnis “Global” di lebih dari 80 Negara di seluruh dunia, diantaranya : Indonesia, Malaysia, Singapore, Jepang, Jerman, USA, Inggris, Kanada, Brazil, Prancis, Italia, Norwegia, Australia,Thailand, Vietnam, dan lain-lain.
:: Commision ditransfer Mingguan dan Bulanan secara elektronik ke rekening anda
:: Payout 53% dari Pendapatan Penjualan , bukan Profit. Diperkirakan Sekitar 200.000.000.000 dibayarkan dalam bentuk komisi setiap bulannya di seluruh dunia.
:: Fast Start Bonus dan Unilevel Bonus serta Bonus International
:: No Breakaway
:: No. Breakage
:: Kebebasan Placement
:: Cyber Office www.nonioffice.com untuk mengendalikan dan memanage bisnis kita di seluruh dunia
:: Kantor Yang Nyaman di MEGA KUNINGAN , Jakarta
:: Support Sistem dari Perusahaan yang tak tertandingi, bukan oleh group. Pelaksanaan training, camp dilakukan di Kantor Pusat Tahitian Noni di Mega Kuningan Jakarta, juga di Hotel Berbintang, bahkan di Luar Negeri seperti Kantor Pusat di Provo, Utah, United States. dan ini yang menarik , TNI memberikan penghargaan kepada para IPC, untuk pergi ke Swiss, Tahiti, dan tempat-tempat eksotis di seluruh dunia.
BAGAIMANA JIKA ANDA BARU SADAR BAHWA ADA SEBUAH PERUSAHAAN
::: Marketnya ekslusif, dan produknya yang pertama ada di pasaran :::
::: Memiliki sejarah yang kaya :::
::: Didukung oleh penelitian yang sah yang menegaskan benefitnya :::
::: Merknya mendominasi dalam kategorinya :::
::: Menguasai mayoritas pasar di seluruh dunia :::
::: Memposisikan produknya di bagian makanan konsumen dan produk minuman tercepat repeat ordernya :::
::: Secara ideal ditempatkan untuk mengambil kebaikan dari minuman sehat yang terus berkembang secara cepat :::
::: Track Recordnya terpercaya, memiliki lebih dari 10 tahun sejarah penjualan :::
::: Adalah salah satu perusahaan utama di industrinya :::
::: Salah satu di antara perusahaan yang pertumbuhannya tercepat dan yang terpuji di emua kategorinya :::
:::Telah didukung banyak sekalii paten dan sudah memenuhi banyak persyaratan yang menjamin eklusivitas di pasarnya :::
::: Dipimpin oleh sebuah tim manajemen yang sangat berpengalaman :::
Hasil Uji Klinis Tahitian Noni Juice karya para peneliti Departemen Research & Developtment Tahitian Noni International Inc. (mencapai 58 topik publikasi uji klinik):
« Tahitian Noni Juice Membantu Mempertahankan Kolesterol Dalam Kadar yang Sehat. Uji klinik pada manusia dilakukan terhadap 68 perokok aktif. Hasilnya, efek mengkonsumsi Tahitian Noni Juice (2 oz/hari) selama 1 bulan dapat meningkatkan profil lipid darah ditandai dengan penurunan LDL (6-10%), trigliserida (10-54%), hemosistein (21%), kolesterol total (7-22%), dan peningkatan HDL (10-16%) (Wang, MinYang et al. Circulation J Am Heart Assoc, 2007).
« Tahitian Noni Juice Sumber Antioksidan Superior Guna Membantu Tubuh mengatasi Radikal Bebas Berbahaya. Uji klinik pada manusia double-blind dilakukan terhadap 68 perokok aktif. Hasilnya, efek mengkinsumsi Tahitian Noni Juice (2 oz/hari) selama 1 bulan signifikan mereduksi radikal bebas plasma untuk jenis SAR (27%) dan LPO (23%) dibamdingkan plasebo (Wang, min-Yang et al. XI Biennial Meeting of the Society for Free Radical Research International, 2002).
« Tahitian Noni Juice Mengurangi Resiko Kanker dengan Cara Mereduksi Karsinogen perusak DNA. Uji klinik pada manusia dilakukan terhadap 245 perokok aktif. Hasilnya, efek mengkonsumsi Tahitian Noni Juice (4 atau 6 oz/hari) selama 1 bulan signifikan Mereduksi Kkarsinogen di dalam limfosit jenis MDA-DNA adduct (53,36%) dan aromatik-DNA adduct (44,9%) dibandingkan plasebo (Wang, Min-Yang et al. AACR annual meeting, 2007).
« Tahitian Noni Juice Meningkatkan Kkualitas Kesehatan Wanita Post-Menepous. Uji klinik dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Illionis memakai teknik survei klinik SF-6. Hasilnya, efek mengkonsumsi Tahitian Noni Juice (4 oz) pagi dan malam hari selama 3 bulan signifikan meningkatkan kualitas hidup mencakup skor fungsi fisik, pemdengaran, mood, dan perasaan lebih baik (Wang, Mian-Yin et al. J Alternative Complement Med, 2004).
« Tahitian Noni Juice Menyokong Sistem Kardiovaskuler serta Mmembantu Mempertahankan Jantung yang Sehat. Uji klinik pada manusia dilakukan di Universitas BYU-Hawaii 2006 terhadap 10 pasien yang didiagnosis mengalami hipertensi. Hasilnya, efek mengkonsumsi Tahitian Noni Juice (4 oz/hari) selama 30 hari signifikan menurunkan tekanan darah tinggi (rerata pretritmen= 144/83; rerata postritmen= 132/76) (Palu, Afa K. et al. American chamical society simposia series {in press}).
« Tahitian Noni Juice Mempertahankan Kesehatan Sendi. Uji klinik pada manusia dilakukan terhadap 90 pasien yang didiagnosis mengalami spondilosis servikal di Fakultas Kedokteran Universitas Lagos. Hasilnya, efek mengkonsumsi Tahitian Noni Juice (30 mL x 2/hari) selama 4 minggu signifikan menurunkan intensitas nyeri moderat tanpa analgesik apapun, skor range of movement (ROM) servikal meningkat (Akinbo et al. Niger Health J Blomed, 2006).
« Tahitian Noni Juice Meningkatkan Energi dan Kekuatan Fisik. Uji klinik pada manusia dilakukan terhadap 40 atlet terlatih pemeriksaan treadmili dan darah. Hasilnya, efek mengkonsumsi Tahitian Noni Juice (100 mL) selama 3 minggu meningkatkan time exhaustion (21%), dan menurunkan semiluminesen darah (25%) (Palu, Afa K. et al. Journal of Medicinal Plant Research, 2008)
« Tahitian Noni Juice Meningkatkan Fungsi Sistem Imun. Uji klinik pada manusia dilakukan terhadap 12 relawan yang sehat. Hasilnya, efek mengkonsumsi Tahitian Noni Juice (330 mL) selama 8 minggu signifikan mereduksi MDA, meningkatkan aktivitas IL-2 dan sel NK, tanpa memicu efek samping.
Selain uji klinik yang resmi diprogramkan Tahitian Noni International Inc., efikasi Morinda citrifolia L. juga cukup menarik perhatian para ilmuan biomedik dari berbagai negara. Misalnya, Departemen Kesehatan Amerika menghibahkan dana penelitian untuk uji klinik fase- 1 mengenai toleransi dosis dan toksisitas produk olahan Morinda citrifolia L. 2000 mg selama 28 hari.
Dosis ini terus ditingkatkan dengan penambahan 2000 mg selama 28 hari. Dosis ini terus ditingkatkan dengan penambahan 2000 mg/hari, sampai tercapai dosis maksimal 10 gram per hari (Isset et al. Qual Life Res, 2005). Dosis aman ini setara dengan 200 mL (secangkir) Tahitian Noni Juice . Berdasarkan uji klinik tahap- 1, maka jus noni dikategorikan aman dijadikan sumber nutrisi untuk meningkatkan kualitas kesehatan.
Dan masih banyak lagi riset tentang Morinda citrifolia L. sebagai produk naturaseutikal atau etnomedika terpopuler di dunia. Sampai akhir tahun 2008 saja diperkirakan lebih dari 300 Jurnal internasionlal telah mempublikasikan keunggulan efek terapeutik Morinda citrifolia L. sementara itu jus noni sebagai produk komersil nutrisi atau suplemen dilaporkan telah memecahkan rekor penjualan tertinggi di Amerika, dan dalam dua dekade terakhir tercatat sebagai produk botani yang paling laris di dunia (News, Alternative Medicine, 2007). Jadi, sangat wajar terjadi ledakan riset Morinda cifitrolia L. karena produk komersilnya benar-benar digandrungi masyarakat global.
Terakhir, di bawah ini akan disarikan hasil-hasil riset biomolekuler tentang Morinda cifitrolia L. (noni) karya para peneliti lintas negara yang dipublikasikan melalui aneka jurnal internasional.
« Noni Berfungsi sebagai Ansiolitik dan Sedatif (penenang, antistres) Melalui Mekanisme Kompetitif Ligan, yakni Efek Agonis melalui Pengikatan Reseptor Asam Gama-Amino Butirat (GABA?). Hasil uji in vitro memakai rdioligan (3H) memperlihatkan signifikasi aftinitas ekstrak buah noni terhadap reseptor GABA? (neurotransmiter inhibisi) sekuat 75% (S. Deng. Et al. Phytomedicine, 2007)
« TAHITIAN NONI® Juice memiliki Potensi Ergogenik (Anti-Lelah dan Meningkatkan Endurance), serta Meningkatkan Performance Fisik secara Keseluruhan. Hasil uji in vivo pada mencit tua yang diminumkan TAHITIAN NONI® Juice denagn variasi peningkatan dosis (10, 20, 40 mL/kg berat badan) memperlihatkan rerata waktu (potensi ergogenik) yang lebih lama dibandingkan kontrol pada tes berenang (36% berbanding 45%) dan tes putaran roda (59% berbandung 128%) (S. Deng et al. Phytoter Rees, 2007).
« Tahitian Noni Juice memodulasi sistem imun melalui aktivitas reseptor kanabinoid-2 (CB2), mensupresi sitokin IL-4 dan meningkatka produksi IFN-y. Secara in vitro, Tahitian Noni Juice dan konsentrat jus noni (1,5 mg/mL) berpotensi mengaktivasi reseptor CB2. Sedang secara in vivo, hewan coba yang diminumkan Tahitian Noni Juice selama 16 hari memperlihatkan penurunan produksi IL-4 dan peningkatan IFN-y (Afa K.H. et al. J Ethnopharmacol, 2008).
« Morinda cifitrolia L. memiliki aktivitas fistoestrogenik, diantaranya ekstrak helsan puree noni dapat dimanfaatkan untuk terapi sulih hormon estradiol secara alami melalui reseptornya. Komponen yang berperan dalam mekanisme ini adalah CPx. Komponen ini dapat diidentifikasi memakai analisis spektral mencakup UV, 1H NMR, dan 13C- Pandent NMR (Westendort J. Et al. Intenational Congress and 54th Annual Meeting of Society For Medical Research, 2006).
« Tahitian Noni Juice memiliki Variabilitas Mineral yang berbeda dibandungkan 177 Merek Jus Noni Komersil berdasarkan Protokol Association of Official Analytical Chemists. Derajat variabilitas mencakup konsentrasi sembiilan mineral utama, diantaranya konsentrasi sebagai nutrisi minor. Secara umum Tahitian Noni Juice mmiliki profil nutrisi yang berbeda dibandingkan semua merek jus noni komersil seperti halnya yang dipublikasikan oleh Uni Eropa (Brett J.W. et al. Int J Food Sci Nutr, 2006).
« Berdasarkan Analisis Kimia dan Uji Genotoksisitas Jus Noni dinyatakan tidak memiliki Potensi Genotoksik dan Antraquoinin Gonotoksik. Analisis HPLC jus noni memperlihatkan nilai antraquonin yang negatif, dengan sensitivitas <1 ppm. Flavoniod jus noni sedikit memperlihatkan efek mutagenik. Sedangkan tikus yang ditritmen konsentrat jus noni tidak memperlihatkan UDS pada hepatosit primer, DNA adduct, ataupun putusnya rantai DNA (Westendorf J. et al. J Agric Food Chem,2007).
« Buah Morinda cifitrolia L. memiliki Efek Antiproliferatif Sel Tumor secara Selektif. Uji MTT memperlihatkan aktivitas sitotoksisitas ekstrak metanol Morinda cifitrolia L. dengan median konsentrasi letal (LC50) terhadap sel ginjal hamster bayi (BHK), sel ginjal monyet hijau Afrika (Vero), dan karsinoma laring manusia (Hep2) berturut-turut 2.5, 3 dan 5 mg/mL. Sedangkan konsentrasi 0,1 mg/mL ekstrak mentahnya sudah memperlihatkan aktivitas sitotoksisitas terhadap sel kanker payudara (MCF7) dan neuroblastoma (LAN5) berturut-turut sekuat 29% dan 36% (Arponsuwan et al. Phytother Res, 2006).
« Morinda cifitrolia L. memiliki Potensi Terapeutik untuk Kandidiasis dan Aspergilosis. Ekstrak cair Morinda cifitrolia L. dapat mempengaruhi konversi morfologi Candida albcans dari bentuk yeast menjadi filamentosa di dalam serum serta menginhibisi germinasi spora Aspergillus nidulans (Banerjee et al. Am J Chin Med, 2006).
« Polisakarida-ppt (noni-ppt) yang terkandung dalam jus buah Morinda cifitrolia L. memiliki Aktivitas Anti-Tumor. Secara in vivo. Mencit yang diduksi tumor lalu ditritmen dengan noni-ppt mensupresi pertumbuhan tumor melalui aktivasi sistem imun host. Selain itu, noni-ppt mampu menstimulasi penglepasan sejumlah sitokin dari sel-sel imun. Efek kuratif dan peningkatan survival time melalui pemberian noni-ppt –sebagai agen suplemen tritmen kanker akan lebih efektif bila dikombinasikan dengan agen kemoterapi dalam dosis suboptimal (Hirazumi Anne et al. Phytoter Res, 1999).
« Damnakantal yang bersumber dari Morinda cifitrolia L. dapat Menstimulasi Apoptosis (kematian sel) pada sel fibroblas manusia Uvr-1 melalui inhibitor tirosin kinase. Sel-sel kanker yang ditritmen damnakantal memperlihatkan apotosis dan fragmentasi DNA yang lebih banyak bila dikombinasikan dengan radiadi ultraviolet (Hiwasa et al. Federation of European Biochemical Societies Letters, 1999).
« Aktivitas Anti-Tumor Etanol (noni-ppt) Morinda cifitrolia L. terhadap mencit singenik yang diimplantasi Karsinoma Paru tidak bersifat toksik secara langsung. Akan tetapi, memperkuat sistem imun terlebih dulu, terutama melibatkan makrofag dan limfosit (Hirazumi A. Et al proceeding of The Western Pharmacology Society, 1994)
« Buah Morinda cifitrolia L. dapat dijadikan Anti-Inflamasi dan Konstituen Kemo-Preventif potensial terhadap kanker. Antraquinon, ester asam lemak sakatida, glikosida iridoida dan glikosa flavanol yang bersumber dari Morinda cifitrolia L., dapat ,enginhibisi aktivitas inflamasi 12-O-tetradekanoilforbol-1 3-astetat (TPA) (1 microg/telinga) pada mencit. Khusus untuk ester asam lemak sakarida sangat kuat sebagai anti-inflamasi dengan nilai ID50 0,46-0,79 per telinga. Selain itu, semua komponen tersebut mampu melawan aktivasi antigen dini virus Epstein-Barr (EBV-EA) yang diinduksi oleh TPA secara moderat dengan nilai IC50 mencapai 386-578 mol rasio/32 pmol TPA (Akihisa et al. J Nat Prod, 2007).
« Jus Morinda cifitrolia L. (noni) dapat menginhibisi Inisiasi Angiogenik dan Mendestruksi Jaringan Vaskuler Mmanusia yang baru dalam Konteks Angiogenesis Patologis. Noni dalam konsentrasi 5% (vol/vol) sangat efektif guna menghambat inisiasi knucup pembuluh darah baru dari eksplan vena plasenta, serta efektif mengurangi kecepatan pertumbuhan dari proliferasi perkembangan kuncup kapiler. Sedangkan noni dengan konsentrasi 10% di dalam media pertumbuhan mampu menginduksi degenerasu dan apotosis jaringan kapiler selama beberapa hari aplikasi. Konsentrasi tersebut juga efektif menghambat inisiasi kapiler eksplan tumor payudara manusia, ditandai degenarasi pembuluh selama 2-3 hari (Conrad et al. Angiogenesis, 2003)
« Novel glikosida yang diekstraksi dari jus buah Morinda cifitrolia L. efektif mensupresi transformasi sel pada kasus kanker. Diantaranya glikosida dapat menginhibisi transaktivasi AP-1 dan transformasi sel pada klutur sel tikus epidermal JB6 (Liu et al. Cancer Research, 2001).
« Jus buah Morinda cifitrolia L. signifikan Mereduksi Kadar Gula Darah dan Berperan dalam Aktivitas Penyembuhan Luka Kasus Diabetes. Secara in vivo, tikus yang diminumkan jus Morinda cifitrolia L. (100 mL/kg berat badan) selama 10 hari memperlihatkan pengecilan area luka (model luka eksisi) sebesar 73% dibandungkan kontrol. Dintandai peningkatan signifikan berat jaringan granulasi dan isi hidroksiplin, serta pembentukan kolagen lebih cepat dibandingkan dibandingkan kontrol. Sedangkan nilai glukosa puasa tikus kelompok diabetes berkurang 29% dibandingkan kontrol (Nayak et al. J Wound Care, 2007).
« Ekstrak kloroform Morinda memiliki properti peyembuhan luka. Aplikasi topikal ekstrak buah Morinda dengan konsentrasi 20 mg/mL dapat mengakselerasi penyembuhan luka pada tikus dibandingkan kontrol. Kontraksi luka terbentuk secara lengap, dan rambut segar mulai tumbuh di area luka pada hari ke- 15 pasca tritmen Morinda (Mathiavanan et al. J Med Food, 2006).
« Fraksi Heksan Morinda cifitrolia L. memiliki aktivitas antituberkular. Konstituen heksan yang berperan adalah E-fitol, campuran dua ketosteroid, dan epidioksisterol dari kampesta-5,7 ,22-trien-3-ol (Saludes et al. Phytother Res, 2002).
« Ekstrak Morinda cifitrolia L. secara in vitro memilki Aktivitas Antiviral, Antifungal, Anti Bakterial, serta aktivitas Anti Komplemen. Penelitian ini memperkuat manfaat anti-infeksi Morinda cifitrolia L. yang secara tradisional diyakini oleh bangsa Polinesia (Locher et al. Journal of Ethnopharmacology, 1995).
« Ekstrak buah Morinda cifitrolia L. memiliki Aktivitas Anti-Oksidatif. Berdasarkan pengukuran metode terat tiosianat (FTC) dan uji asam tiobarbiturat (TBA), komponen nonpolar Morinda cifitrolia L. signifikan memliki aktivasi antioksidatif (Zin et al. Journal of Food Chemistry, 2002).
« Ekstrak Morinda signifikan Meneutralisir Lipid Peroksidase pada Membran Sperma dengan Cara Mempertahankan Perlawanan Terhadap Oksidasi, dan Proteksi terhadap Struktur serta Fungsi Membran Sperma. Sperma dengan fungsi fisiologis normal diperoleh melalui teknik sentrifugasi, sedangkan ROS diperoleh dari hiposantin-sanzin-sanzin (HX-XO). Analisis injuri lipid peroksida dan fungsi membran sperma memakai hypoosmoticswelling (HOS) memperlihatkan ekstrak Morinda (0. 125, 0.25, 0.5 g x M( [-1]) dapat meningkatkan vitalitas SOD pada suspensi sperma, dan mereduksi kandungan MDA dibandingkan vitamin X. Mekanisme ini dapat diaplikasikan untuk mentritmen infertilitas dan astenospermia pada kaum pria (Yang et al. Zhongguo Yao Za Zhi, 2006).
« Aktivitas Morinda cifitrolia L. untuk Membersihkan Super-Oksida Oksigen dinilai tinggi, ditandai dengan penurunan mikromol potalisium sianida mencapai 1,66 ± -1,22 dalam 1 g aneka jaringan terdehidrasi. Analisis kromatografi dan spektrofotometri memperlihatkan komponen antioksidan yang diduga termasuk famili glikosida dan polifenol (Calzuola et al. Int J Food Sci Nutr, 2006).
« Jus Morinda cifitrolia L. berfungsi sebagai irigant endodontik yang efektivitasnya setara sodium hipoklorat (NaOCI). Penelitian pemakai geligi premolar manusia yang diinokulasi dengan Entercoccus faecalis pada suhu 37 °C di dalam CO2 selama 30 hari. Hasil scanning mikroskop elektron memperlihatkan efektivitas penghilangan lapisan smear pada geligi yang ditritmen jus Morinda cifitrolia L. dibandingkan klorheksidin glukonat (CHX) atau setara NaOCI (Murray et al. J Endod, 2008).
« Jus Morinda cifitrolia L. dapat Menghambat Pengosongan Lambung melalui Mekanisme Stimulasi CCK dan Aktivasi Rreseptor CCK1. Penelitian in vivo memakai tikus jantan mempengaruhi motilitas gastrointestinal setelah dipuasakan sepanjang malam (Pu et al. Chinese Journal of Physiology, 2004).
« Morinda cifitrolia L. secara Klinik dapat Memperlama Survival Ppasien Kanker dengan cara Meningkatkan Respon Immun. Studi kasus terhadap dua laporan klinik dilakukan melalui wawancara, pengecekan catatan medis dan melalui pengamatan slidei patologi. Hasilnya Morinda cifitrolia L. dianggap penting sebagai adjuvant imunoterapi untuk kadus-kasus kanker (Desmond. Hawaii Medical Journal, 2004).
« Buah Morinda cifitrolia L. dar Tahiti aktivitas Enzimatik Lipoksigenase. Komponen utamanya adalah Lignan, Pinoresinol, Bisdemetilpinoresinol, Quersetin, Kaemferol, Skopoletin, Isoskopoletin, dan Vanilin; semua fiftokimia tersebut dapat menginhibisi 5-LOX dan 15-LOX dengan IC50 sekitar 0,43 hingga 16,5 µM, khusus untuk quersetin memperlihatkan linhibisi lemah terhadap aktivitas enzimatik COX-2 (Deng et al. J Nat Prod, 2007).
« Setiap produk Morinda cifitrolia L. memilki Perbedaan Komposisi Berdasarkan Hasil Identifikasi Marker TLC dan Konstituen HPLC-MS. Siginifikasi perbedaan diperlihatkan pada matker TLC 3-metil-1,3-butanediol dan konstituen HPLC-MS mencakup glukosida iridoida, skopoletin, rutin, asam lemak glukosida, antraquinon, noniosida B dan C (Potterat et al. J Agric Food Chem, 2007).
« Jus noni memproteksi Liver dari Berbagai Kerusakan akibat Substansi Toksik. Beberapa bantahan ilmiah terhadap laporan publikasi kasus Hepatitis Akut yang diduga akibat mengkonsumsi jus noni: (1) laporan tidak disertai uji paparan ulang untuk mengkonfirmasi toksisitas; (2) laporan tidak disertai data peningkatan enzim liver, padahal secara in vivo jus noni terbukti memproteksi liver tikus; (3) potulat penyebab toksisitas liver adalah antraquinon, padahal Tahitian Noni Juice sebagai novel food telah dinyatakan terbebas dari antraquinon oleh Uni Eropa tahun 2003; (4) Departemen Kesehatan dan Keselamatan Austria telah melakukan analisis independen dengan kesimpulan bahwa Tahitian Noni Juice tidak menyebabkan efek toksik terhadap liver; dan (5) uji klinik terhadap 96 relawan yang minum Tahitian Noni Juice sebanyak 750 mL/hari hasil analisis kimia darahnya tidak memperlihatkan abnormalitas enzim liver (Jensen C.J et al. J Gastroenetology & Hepatology, 2006).
« Ekstrak buah Morinda cifitrolia L. dapat dimanfaatkan untuk Mentritmen Penyakit Infeksi dan Tumor. Penelitian in vitro dilakukan terhadap 15 Spesies Bakteri dan 9 Spesies Jjamur. Aktivitas antibakterial ekstrak metanol Morinda cifitrolia L. signifikan menginhibisi bakteri gram positif dan gram negatif. Inhibisi terkuat terjadi pada Salmonella paratyphy A mencapai 27 mm. Sedangkan aktivitas antifungal ekstrak metanol Morinda cifitrolia L. signifikan menginhibisi pertumbuhan misel semua jenis jamur, dengan presentasi terbesar terjadi pada Trychophyton mentagrophytes (79,3%). Aktivitas antitumor ekstrak metanol Morinda cifitrolia L. diperlihatkan dengan signifikasi inhibisi terhadap sel-sel Hep2 (50%) dengan pengenceran 1: 8 (Jayaraman et al. International Journal of Integrative Biology, 2008).
« Pendinginan direkomendasikan sebagai Cara Penyimpanan Jus Morinda cifitrolia L. Aagar Properti anti-Oksidannya dapat Dipertahankan. Aktivitas pembersihan radikal bebas (RSA) jus Morinda cifitrolia L. dengan antioksidan 1,1-difenil-2-pikrihidrazi l (DPPH) di dalam 140 mg asam askorba/100 mL dan total fenol do dalam asam galat/100 mL berkurang akibat fermentasi selama 3 bulan (90%), dehidrasi dengan suhu 20 °C (20%), dan pendinginan pada suhu – 18 s.d 4 °C (10%) (Yang et al. J Food Chemistry, 2007).
« Puree buah Morinda cifitrolia L. berfungsi sebagai imunomodulator atau alternatif antibiotik nenatal. Penelitian in vivo memakai uji bakterisida pada lembu neonatal yang diminumkan puree Morinda cifitrolia L. sebanyak 25 mL dua kali dalam sehari (pengganti susu) memperlihatkan signifikasi efek letal terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus epidermidis pada hari ke-14 dibandingkan kontrol (Schafer et al. 2007).
« Ekstrak Morinda cifitrolia L. signifikan memiliki aktivitas scavanging terhadap NO. Penelitian in vitro memperlihatkan Morinda cifitrolia L. berada pada peringkat tiga aktivitas scavanging diantara 17 tanaman lainnya. Plantamedika ini dapat dijadikan novel agen terapeutik untuk berbagai kondisi patologis akibat pembentukan NO berlebihan atau produk oksidasi peroksinitrit (Jagetia et al. J Medical Food, 2004).
« Ekstrak buah Morinda cifitrolia L. Dapat Mencegah Aterosklerosis melalui Mekanisme Inhibisi Oksidasi Lipoprotein. Antioksiden kelompok fenol hidroklasi berperan dalam menginhibisi oksidasi LDL oleh tembaga dengan kekuatan 88% dan 96%. Komponen novel yang berhasil diisolasi diantaranya asam amerikanoat A dan morindolin (Kamiya et al. J Agric Food Chemistry, 2004).
« Ekstrak cairan Morinda cifitrolia L. Memiliki Efek Aanti-Iinflamasi Ttanpa Memicu Efek Toksik secara Akut ataupun Kronik. Penelitian in vivo dengan model inflamasi injeksi carrageenan (1%) memperlihatkan inhibisi inflamasi lengkap (volume eema) pada tungkal tikus yang ditritmen ekstrak Morinda cifitrolia L. (200 mg, ip). Selain itu tikus yang diminumkan ekstrak Morinda cifitrolia L. (200 mg) memperlihatkan respon inhibisi terhadap inflamasi yang diinduks bradikinin (Mc Koy et al. Pharmacol Soc, 2002).
Dr. Neil Solomon M.D., Ph.D
Physiology, Noni Author, John Hopkin Medical Center
“Saya telah melakukan penelitian terhadap lebih dari 27.000 orang yang mengkonsumsi TAHITIAN NONI Juice. Saya secara tegas menyatakan bahwa riset saya hanya dilakukan dengan TAHITIAN NONI Juice. Saya melarang nama saya dipergunakan oleh perusahaan lain dan hasil penelitian itu tidak boleh dipergunakan untuk produk NONI Juice dari perusahaan lain.
Dr. Ralph Heinicke “Father of Noni”
Ahli Kimia
“TAHITIAN NONI Juice merupakan satu-satunya produk yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Saya memiliki hubungan ekslusif hanya dengan TAHITIAN NONI Juice. Satu-satunya produk Noni yang saya rekomendasikan dan saya akui kualitasnya”.
Dr. Mian Ying Wang
Peneliti, Chicago
“TAHITIAN NONI Juice merupakan produk liquid dietary supplement yang sangat luar biasa. TAHITIAN NONI Juice mempunyai efek anti kanker pada tahap awal dari proses karsinogenik; aktifitas antimutagenik; aktifitas anti-kanker in vitro dan in vivo; efek perlindungan hati; pengurangan rasa sakit; anti oksidan yang sangat kuat untuk menangkal radikal bebas; mengurangi peroksida lemak pada vitro dan vivo dan anti inflammatory. Saya hanya merekomendasikan TAHITIAN NONI Juice bukan NONI yang lain”.
Dr. Anne Hirazumi-Kim
Ahli Kimia,Hawaii
“Saya terkejut melihat banyak perusahaan lain telah memanipulasi dan menyalahgunakan hasil riset saya untuk penjualan produk mereka. Ini merupakan tindakan yang tidak pantas dan menyesatkan. Satu-satunya Juice NONI yang saya dukung dan rekomendasikan adalah TAHITIAN NONI Juice produksi TAHITIAN NONI INTERNATIONAL”.
Dr. dr. Amarullah H. Siregar, DiHom.,DNMed.,MA,MSc.,Phd
Naturopathyst
Kandungan bioaktif dalam NONI merupakan kemampuan untuk merevitalisasi sekaligus meregenerasi sel-sel syaraf dan berperan penting dalam meregulasi sistem kardiovaskular . Selain meningkatkan stamina, TAHITIAN NONI Juice mampu menormalkan fungsi sel dan membunuh kanker aktif pada tubuh menjadikan NONI Juice asal Tahiti ini meraih TOP 10 Cancer Treatment dari the American Association for Cancer Research. Mau bebas kanker, minum TAHITIAN NONI Juice secara berkala merupakan tindakan preventif yang bijaksana.
Prof. Dr. RHH. Nelwan
Guru Besar FKUI-Internis Konsultan Penyatkit Tropis dan Infeksi
TAHITIAN NONI Juice mampu menunjang pencegahan dan pengobatan berbagai jenis infeksi sebagai terapi komplimenter.
Dr. Henry Naland Sp.B Onkologi
Spesialis Bedah Onkologi FKUI/RSCM
TAHITIAN NONI Juice yang diberikan bersamaan dengan kemoterapi pada pasien kanker akan mengurangi efek samping yang diakibatkan oleh kemoterapi.
Dr. Setiawan Dalimarta
Sejak jaman dahulu NONI Juice sangat terkenal untuk menghilangkan lembab, meningkatkan kekuatan tulang, peluruh haid (emenagog), pembersih darah, meningkatkan daya tahan tubuh (immune enhancement), pembasmi cacing (antelmintik), pereda batuk (antitusif), pereda demam (antipiretik), anti radang, anti bakeri, pencahar , antiseptic dan pelembut kulit.
Dr. Samuel Oetoro SpGK
Kandungan di dalam NONI Juice mengandung antioksidan yang dibutuhkan bagi penderita diabetes untuk mengurangi kemungkinan timbulnya komplikasi yang menjadi resiko setiap penderita diabetes.
TAHITIAN NONI® Juice mengandung 89% Sari buah murni Noni ( Morinda Citrifolia ) ditambah dengan 11% Anggur dan Blueberry, tidak menggunakan bahan pengawet dan zat kimia, diproses dengan menggunakan teknologi canggih. Mengandung 230 senyawa yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, 157 senyawa adalah micro nutrisi essensial (Super Nutrisi) antara lain sebelas (11) vitamin, sebelas (11) mineral, tujuh belas (17) asam amino, yang terpenting diantaranya adalah :

Ratusan Patent yang telah dimiliki oleh Perusahaan Tahitian Noni International dari lembaga Patent dunia yaitu WIPO, US, Japan, Australia, Rusia, dll, diantaranya
Pencegahan dan perawatan Penyakit DIABETES dengan menggunakan Morinda Citrifolia
US Patent, Nos. 6.855.345 February 2005 and No. 7.186.422 March 2007
Morinda Citrifolia and Methylsulfonymethane
Formula dan metoda dalam perawatan Kanker Payudara.
Australia Patent, Mei 2007 dengan nomor 2004272108
Preventative and Treatment Effects of Morinda Citrifolia
as Colon Cancer Cell Growth Inhibitor (Kanker Usus)
US Patent, No. 7.070.813 Jully 2006
Preventative and Treatment Effects of Morinda Citrifolia on Osteoarthritis
US Patent, No. 7.033.624 April 2006
Antifungal Effects of Morinda Citrifolia
US Patent, No. 7.048.952 May 2006
Method And Formulation for Treating Candidiasis Using Morinda Citrifolia
US Patent, No. 7.014.873 March 2006
Aplikasi Ekstrak Morinda Citrifolia (Noni) dalam Spermatologi & Metode untuk meningkatkan Preservasi Sperma
WO. 08/032132 A2 Mar 2008
Metode dan komposisi dasar Morinda Citrifolia untuk perawatan GIGI dan MULUT
WO. 05/030141 A2 Apr 2005
Morinda Citrifolia Leaf Extract Compositions and Metdods of Obtaining the Same
US Patent, September 2007 dengan nomor 7.264.829
Fertilizer Containing Yaeyama Aoki Extract
US Patent, No. 7.144.439 December 2006
Morinda Citrifolia (noni) Enhanced Cosmetic Skin Care Toner
US Patent, No. 7.122.211 October 2006
Palliative Effects of Morinda Citrifolia Oil and Juice
US Patent, No. 7.018.662 March 2006
Freeze Concentration Process for Morinda Citrifolia
US Patent, No. 6.855.354 February 2005
Morinda Citrifolia (noni) Enhanced Animal Food Product
US Patent, No. 6.737.089 May 2004
Morinda Citrifolia (noni) Enhanced Cosmetic Intensive Repair Serum
US Patent, No. 6.589.514 July 2003
Morinda Citrifolia Dietary Fiber
US Patent, No. 6.254.913 July 2001 and No. 6.528.106 March 2003
Morinda Citrifolia Oil
US Patent, No. 6.214.351 April 2001 and No. 6.417.157 July 2002
Sejak 2000 tahun lalu, buah NONI sudah dikenal dan dipergunakan untuk meningkatkan kesehatan khususnya oleh penduduk di daerah tropis. Hingga sekarang khasiatnya banyak di gunakan untuk berbagai hal, terutama untuk penyembuhan berbagai macam penyakit. Klasifikasi Noni Terdapat sekitar 80 spesies tanaman yang termasuk dalam genus Morinda. Menurut H.B. Guppy, ilmuwan Inggris yang mempelajari Noni sekitar tahun 1900, kira-kira 60 persen dari 80 spesies Morinda tumbuh di pulau-pulau besar maupun kecil, di antaranya Indonesia, Malaysia dan pulau-pulau yang terletak di Lautan India dan Lautan Pasifik. 60 jenis tidak dapat dimanfaatkan (Beracun), jadi Hanya sekitar 20 spesies Morinda yang mempunyai manfaat, antara lain: Morinda bracteata, Morinda officinalis, Morinda fructus, Morinda tinctoria dan Morinda citrifolia (Morinda Citrifolia L adalah bahan utama Tahitian Noni Juice).
Morinda citrifolia adalah jenis yang paling populer, sehingga sering disebut sebagai “Queen of The Morinda”. Spesies tanaman ini mempunyai nama tersendiri di setiap negara, antara lain Noni di Hawaii, Cheese Fruit di Australia, Mengkudu, Pace di Indonesia dan Malaysia. Adapun Nama-nama Ilmiah Morinda Citrifolia adalah Filum: Angiospermae, Sub filum: Dycotiledones, Divisi: Lignosae, Famili: Rubiaceae, Genus: Morinda, Spesies: citrifolia.
Noni termasuk tumbuhan keluarga kopi-kopian (Rubiaceae), yang pada mulanya berasal dari wilayah daratan Asia Tenggara dan kemudian menyebar sampai ke Cina, India, Filipina, Hawaii, Tahiti, Afrika, Australia, Karibia, Haiti, Fiji, Florida dan Kuba.S ejarah Pemanfaatan Noni berasal dari Asia Tenggara. Pada tahun 100 SM, penduduk Asia Tenggara bermigrasi dan mendarat di kepulauan Polinesia, mereka hanya membawa tanaman dan hewan yang dianggap penting untuk hidup di tempat baru. Tanaman-tanaman tersebut memiliki banyak kegunaan, antara lain untuk bahan pakaian, bangunan, makanan dan obat-obatan, lima jenis tanaman pangan bangsa Polinesia yaitu talas, sukun, pisang, ubi rambat, dan tebu.
Dalam bahasa setempat disebut “Noni” adalah salah satu jenis tanaman obat penting yang turut dibawa. Bangsa Polinesia memanfaatkan “Noni” untuk mengobati berbagai jenis penyakit, diantaranya: tumor, luka, penyakit kulit, gangguan pernapasan (termasuk asma), demam dan penyakit usia lanjut. Pengetahuan tentang pengobatan menggunakan Noni diwariskan dari generasi ke generasi melalui nyanyian dan cerita rakyat. Tabib Polinesia, yang disebut Kahuna adalah orang memegang peranan penting dalam dunia pengobatan tradisional bangsa Polinesia dan selalu menggunakan Noni dalam resep pengobatannya. Laporan-laporan tentang khasiat tanaman Noni juga terdapat pada tulisan-tulisan kuno yang dibuat kira-kira 2000 tahun yang lalu, yaitu pada masa pemerintahan Dinasti Han di Cina. Bahkan juga dimuat dalam cerita-cerita pewayangan yang ditulis pada masa pemerintahan raja-raja di pulau Jawa ratusan tahun yang lalu. Perkembangan industri tekstil di Eropa mendorong pencarian bahan-bahan pewarna alami sampai ke wilayah-wilayah kolonisasi, karena pada masa itu pewarna sintetis belum ditemukan. Pada tahun 1849, para peneliti Eropa menemukan zat pewarna alami yang berasal dari akar Noni, dan kemudian diberi nama “Morindone” dan “Morindin”. Dari hasil penemuan inilah, nama “Morinda” diturunkan. Berikut adalah tabel sejarah perkembangan Morinda Citrifolia :
.:. 100 M Imigran dari Asia Tenggara tiba di Kep. Polinesia dengan membawa bibit Noni.
.:. 1849 Orang-orang Eropa menemukan zat pewarna dari akar Noni, yaitu Morindon dan Morindin
.:. 1860 Penggunaan Noni yg di gunakan utk pengobatan mulai ditulis dlm literatur Barat.
.:. 1950 Penemuan zat antibakteri pada buah Noni.1960-1980 Riset-riset ilmiah dilakukan
untuk membuktikan bahwa Noni dapat menurunkan tekanan darah tinggi.
.:. 1972 Ahli biokimia, Dr. Ralph Heinicke mulai melakukan penelitian ttg Xeronine dan Noni.
.:. 1993 Penemuan zat anti kanker (damnacanthal) di dalam buah Noni.
Orang-orang Eropa mengetahui khasiat Noni sekitar tahun 1800, yang diawali dengan pendaratan Kapten Cook dan para awaknya di Kepulauan Hawaii (tahun 1778). Kedatangan mereka turut membawa penyakit-penyakit baru, antara lain gonorrhea, sipilis, TBC, kolera, influenza, pneumonia yang dengan cepat mewabah ke seluruh wilayah Hawaii dan mengakibatkan kematian ribuan penduduk. Bahkan pengobatan tradisional masyarakat setempat tidak sanggup melawan penyakit-penyakit tersebut.Para peneliti Eropa yang datang kemudian melakukan pencarian dan penelitian tentang sejarah dan kebudayaan bangsa Polinesia, termasuk sistem pengobatan tradisionalnya. Dan pada tahun 1860, pengobatan alamiah menggunakan Noni mulai tercatat dalam literatur-literatur Barat.
Penduduk di kepulauan Pasifik Selatan telah menggunakan Noni untuk meningkatkan kesehatan hidup mereka. Noni tumbuh secara lebat di kepulauan French Polynesia bagaikan buah dari surga untuk umat di muka bumi ini, atau lebih dikenal sebagai Nono-Tahiti, yang rindang dan bebas polusi (Jauh dari hiruk pikuk aktifitas manusia dan polusi-polusi buatan manusia). Di kepulauan tropis ini, buah noni digunakan untuk membuat Noni Juice.
Untuk mendapatkan tingkat efektifitas yang optimal maka Noni Juice harus memiliki beberapa karakteristik, yaitu : Tumbuh dilingkungan tropis yang bebas polusi dan tidak tercemar. Dipetik oleh penduduk setempat yang berdasarkan tradisi tahu kapan dan bagaimana cara memetiknya, dan harus diproses dan dikemas dibawah pengawasan yang ketat sehingga tidak tercemar dan tidak kehilangan unsur-unsur naturalnya yang berguna.
NONI yg tumbuh lebat di kepulauan French Polynesia adalah jenis “Morinda Citrifolia” dan merupakan Raja Tanaman Obat yang sangat Fenomenal dengan beberapa KHASIAT UTAMA yaitu:
:: Sumber Kehidupan
:: Mengatasi Banyak Masalah Penyakit
:: Terapi Pembantu yang Sangat Potensial.
:: Vital Nutrient (150 PhytoNutrient)
:: Super Supplements dan Super Anti-Oxidant.
:: Tanaman Obat yang Sangat Kuat-. Kandungan Essensial yang Sangat Tinggi.
:: Forefront Of Alternative Medecine.
Perusahaan Tahitian Noni International (TNI) merupakan perusahaan yang pertama kali memasarkan produk berbahan dasar noni dari kepulauan French Polynesia ini ke seluruh dunia dan memiliki laboratorium serta tempat Pemrosesan Terbesar, Research Center, Pemrosesannya dengan Teknologi Tinggi yang dikhususkan untuk mengolah tanaman noni.
Tahitian NONI Juice suatu merek yang produk-produknya berbahan dasar Buah, Tangkai dan Daun noni. Pemrosesannya dikerjakan dengan sangat teliti berdasarkan hasil riset yang dapat dibuktikan. Hingga sekarang riset-riset terus dilakukan oleh banyak lembaga independen, rumah sakit, para peneliti, dan Universitas di dunia. Khasiat Tahitian NONI Juice sangat baik, dan telah terbukti dari penelitian secara Human Clinic Trials.
Tahitian NONI Juice adalah suatu merek yang produk-produknya berbahan dasar daun & buah noni. Pemrosesannya dikerjakan dengan sangat teliti berdasarkan hasil riset yang dapat dibuktikan.Tahitian Noni International menjadi satu-satunya perusahaan yang memegang gelar “The Expert in Noni”.
Perkembangannya tercatat dalam sejarah dunia bisnis global modern sebagai “The Fastest Growing Company”, di dunia (By Griffin Hills Consultant, Forbes-500) dengan menguasai 95% pangsa pasar dunia. berdasarkan Produk unggulan TNI yakni Tahitian NONI Juice telah diuji oleh praktisi medis di dunia.Pada tahun 1996 perusahaan Tahitian Noni International mulai berdiri dan membawa keajaiban dari tanaman noni kepada dunia, menggabungkan Peninggalan Kuno dengan Ilmu Pengetahuan Modern.
Buku Saku INTISARI HAK PATEN EFEK TERAPEUTIK TAHITIAN NONI JUICE Harga Rp, 100.000,-
Berikut Kata pengantar dari dr. Djoko Maryono, DSPD, DSJP, FIHA, FASE (Kepala Bagian Jantung RS. Pusat Pertamina)
Salam sehat,
Saya sangat mengagumi produk TAHITIAN NONI Juice (TNJ) karena riset medisnya begitu memukau. Riset TNJ telah memasuki “dunia baru” mengenai proses aterosklerosis, Aterosklerosis adalah penyempitan pembuluh darah, dimana dulu diyakini hanya kolesterol yang mebnjadi penyebabnya. Ternyata teori terakhir ini menyatakan hanya 58% kasus aterosklerosis yang berhubungan dengan kolesterol. Sisanya 42% lagi sangat berhubungan dengan radikal bebas atau yang kita kenal sebagai reaksi inflamasi. TNJ ternyata bekerja di kedua jalur tersebut. pada jalur penurunan kolesterol, TNJ bekerja menormalkan metabolisme kolesterol.
Sedangkan pada jalur nonkolesterol ternyata TNJ mampu menurunkan protein C (CRP), faktor nekrosis tumor-alfa (TNF-a), dan marker inflamasi lainnya. Sungguh suatu hal yang mengagumkan, jika landasan riset ini diaplikasikan secara luas untuk pasien pasca infark miokard, pasca PICA, pasca CABG; sekali lagi untuk hal itu saya menyaksikan fenomena yang mengagumkan. Situasi kelainan metabolik di atas merupakan cikal bakal timbulnya aterosklerosis, yang ditandai kelainan endotel (lapisan terdalam) pembuluh darah. Jelas sekali dengan adanya perbaikan pada proses metabolisme kolesterol, maka semua pembuluh darah akan direvitalisasi; terutama pembuluh darah ke arah jaringan pankreas dan liver. Mekanisme ini jelas dapat dimediasi oleh nutraseutikal TNJ. Ini adalah cakrawala baru dalam pencegahan aterosklerosis. Mekanisme ini juga yang merasionalisasi aplikasi TNJ untuk pencegahan stroke, penyakit jantung koroner, dan sangat mungkin untuk pencegahan kanker.
Kedua penulis buku ini , F. Fahruroji dan Rianto Kunto, sangat antusias dan bagus sekali dalam penulisan buku bertajuk fitoterapi, khususnya mengenai manfaat terapeutik formula naturaseutikal TNJ. Smoga buku ini bermanfaat untuk para awam, profesional, praktisi, serta peneliti yang meyakiini akan proses aterossklerosis seperti yang didesiminasikan oleh Dr.Oppenheimer, 200 tahun silam ” You are old asa your vascular, you are happy as your vascular”.
Sumber; Kunto R, Fahruroji F, buku Intisari Hak Paten Efek Terapeutik TAHITIAN NONI JUICE
Apa yang Anda ingat jika menyebut Tahiti? Barangkali mutiara hitam dasar lautnya yang mahal dan berharga itu. Ya, Anda tidak salah. namun Tahiti bukan saja penghasil mutiara hitam yang termasyur, negara di kepulauan Polinesia ini juga memiliki bahan-bahan alam yang amat berguna bagi kesehatan dan kecantikan, termasuk kecantikan kulit alami.
 |
Tahitian Noni International (TNI) mengolah dan menghadirkan kekayaan alam pulau eksotis itu dalam bentuk produk TePoema, rangkaian produk perawatan kulit yang mengandung elemen alami yang kaya nutrisi, serta Moea, perawatan tubuh berkualitas spa dengan aromaterapi yang menyegarkan. |
| Studi klinis menunjukkan bahwa polusi, radikal bebas, pencemaran lingkungan, angin, sinar UV, asap dan reaksi oksidasi berlebihan yang ada di sekitar lingkungan kita dapat merusak kulit, sehingga menimbulkan micro-swelling (peradangan) pada kulit. |
|
| “Inilah awal dari masalah kulit yang berakibat munculnya penuaan dini, penurunan vitalitas dan elastisitas kulit,” ujar Anita Krisnandari, Skin Care Product Manager TNI Indonesia saat workshop bersama sejumlah media di kantor pusat TNI Indonesia, Kawasan Bisnis Mega Kuningan, Jakarta belum lama ini. “Karena setiap hari kulit kita terpapar oleh agresi lingkungan yang tidak sehat, maka sejak dini kulit harus dirawat,” imbuhnya. |
|
TNI mengeluarkan produk TePoema, rangkaian perawatan kulit yang engandung ekstrak buah dan daun Tahitian Noni (pace/mengkudu dari Tahiti) yang berperan sebagai agen pencegah peradangan mikro. Produk yang dibuat berdasarkan riset tradisi penduduk Tahiti ini mampu membersihkan, mengangkat toksin dan kotoran dari kulit wajah, mengembalikan keseimbangan serta meningkatkan perlidungan dan daya tahan kulit.
|
| “Selain mengandung bahan alami dari tanaman tropis, produk ini juga memiliki pH seimbang untuk semua jenis kulit (5-5,5) dan allergen free,” ujar Hari Utomo, Country Manager TNI Indonesia yang membuka acara workshop. |
 |
| Bagi Anda yang tergerak kembali ke alam, memilih dan mencoba TePoema layak dicoba untuk mengembalikan atau mempertahankan kecantikan alami kulit tanpa harus merasakan sakitnya pisau bedah atau menggunakan sinar laser. |
| Rangkaian TePoema tersedia untuk kulit normal atau kering, kombinasi serta berminyak, meliputi jenis produk Cleansing Oil, Cleansing Gel, Equalizing Toner Micro-swelling Defense, Creamy Moisturizer Micro-swelling Defense, Hidrating Lotion Micro-swelling Defense, Environmental Shield with SPF 20 Micro-swelling Defense, Skin Renovation Cream Micro-swelling Defense, Youth Restore Serum, Restorative Eye Essence Micro-swelling Defense, Skin Revealing Exfoliator, Skin Lightening Emulsion Micro-swelling Defense. Produk yang menjadi favorit adalah Youth Restore Serum yang berfungsi mempertahankan keremajaan kulit dan memerangi keriput. |
Selain peratawan kulit, hadir juga Moea, perawatan tubuh berkualitas spa yang dapat diaplikasikan sendiri di rumah. Rangkaian produk spa dengan kandungan aromaterapi ini terdiri dari Body Butter Noni & Tiare Flower, Sugar Scrub vanilla & Sugarcane serta yang paling menjadi favorit adalah Body Souffle Sweet Banana & Macadamia.
Berapa banyak Tahitian Noni Juice sebaiknya dikonsumsi?
Tabel di bawah ini merupakan daftar loading dose (kejenuhan sel-sel hati) yang direkomendasikan, maintenance and/or preventive dose (dosis pemeliharaan dan/atau pencegahan) dalam ml liquid noni baik untuk dewasa maupun anak-anak. Menurut Dr. Heinicke, karena noni disimpan dan dikeluarkan oleh hati, maka tidak ada pendekatan terhadap berat badan. Noni harus dikonsumsi paling sebentar setengah jam sebelum sarapan dan setengah jam sebelum makan malam. Waktu untuk mengkonsumsi noni tidaklah begitu penting. Frekuensi mengkosnsumsi noni lebih penting dari hanya sekedar jumlahnya. Dan untuk pemeliharaan kesehatan secara umum, paling tidak noni harus dikonsumsi setiap 12 jam. Noni sebaiknya dikonsumsi dengan menggunakan campuran murni alami dari 89% jus murni dari tanaman noni digabung dengan 11% campuran jus anggur murni dan jus berry alami lainnya. Kombinasi khusus dari jus ini, telah diciptakan oleh Stephen Story and John Wadsworth, yang memungkinkan untuk mendapat rasa dan bau yang enak.
|
Loading Dose: Bulan 1
Liquid Noni [ml] |
|
DEWASA (LEBIH DARI 16 TAHUN)
|
| ½ Jam Sebelum Sarapan |
30 ml atau 4 sendok makan |
| ½ Jam Sebelum Makan Malam |
30 ml atau 4 sendok makan |
| ANAK (KURANG DARI 16 TAHUN) |
|
| ½ Jam Sebelum Sarapan |
15 ml atau 2 sendok makan |
| ½ Jam Sebelum Makan Malam |
15 ml atau 2 sendok makan |
|
Therapeutic Dose: Bulan 2 sampai Bulan 6
Liquid Noni [ml] |
| DEWASA (LEBIH DARI 16 TAHUN) |
| ½ Jam Sebelum Sarapan |
30 ml atau 4 sendok makan |
| ½ Jam Sebelum Makan Malam |
15 ml atau 2 sendok makan |
| ANAK (KURANG DARI 16 TAHUN) |
|
| ½ Jam Sebelum Sarapan |
15 ml atau 2 sendok makan |
|
Maintenance and Prevention Dose: Bulan 7 dan selanjutnya
Liquid Noni [ml] |
| DEWASA (LEBIH DARI 16 TAHUN) |
| ½ Jam Sebelum Sarapan |
15 ml atau 2 sendok makan |
| ½ Jam Sebelum Makan Malam |
15 ml atau 2 sendok makan |
| ANAK (KURANG DARI 16 TAHUN) |
|
| ½ Jam Sebelum Sarapan |
15 m atau 2 sendok makan |
Untuk mendapatkan efek yang optimal dari noni, pertama Anda perlu untuk memenuhi hati dahulu dengan noni, ini disebut “loading dose“. Bulan 1, memberikan Anda sejumlah cairan noni untuk dikonsumsi di bulan pertama.
Setelah bulan pertama sampai bulan keenam, masuk therapeutic dose seperti dalam tabel mulai bulan 2 sampai bulan 6. Mulai bulan 7 dan selanjutnya merupakan Maintenance and Prevention Dose.
Noni telah dilaporkan aman untuk ibu hamil dan menyusui. Noni dapat juga dikonsumsi bersama-sama dengan semua obat lain - secara virtual tidak ada interaksi negatif. Dalam beberapa situasi noni dapat memungkinkan obat lain untuk bekerja lebih efisien. Anda harus memberitahu tenaga kesehatan profesional Anda bahwa Anda sambil mengkonsumsi noni, dokter Anda mungkin akan menurunkan dosis obat resep Anda. Hal ini sering mengurangi efek samping dari obat-obatan yang asli.
Noni dapat pula dikonsumsi balita dan bayi:
- Balita (1-5 tahun) = 7,5 ml atau 1 sendok makan;
- Bayi = 1 sendok teh.
Cara Minum Tahitian Noni Juice: Tahan sekitar 20 detik di dalam mulut tepatnya dibawah lidah sebelum ditelan, bukan dikumur, untuk merangsang kelenjar pituitary dan pineal dibawah otak untuk produksi Serotonin dan Melatonin yang mengatur pola tidur, mood, pubertas, siklus ovarian, dan meningkatkan kelenjar thyroid, kelenjar thymus, pankreas, dan hormon seksual.
Untuk Stroke, Jantung, Asma, Diabetes, Hepatitis, dsb minimal 3 x 60 ml sehari.
Untuk penanganan kanker seperti yang dianjurkan Dr. dr. Amarullah Siregar, Dl.Hom, D.N.Med, M.A., M.Sc., N.D., Ph.D. diperlukan:
960 ml ~ 1 botol ( 16 x minum = masing-masing 2 x 30 ml) Tahitian Noni Juice perhari selama 4 hari pertama;
480 ml ~ ½ botol Tahitian Noni Juice perhari selama 4 hari berikutnya;
240 ml Tahitian Noni Juice sehari selama 30 hari berikutnya;
105 ml untuk selanjutnya.
Dapat dipakai untuk kompress luka berdarah (untuk menghentikan pendarahan, dan rasa sakit segera).
Dikompres untuk muka (jerawat) atau kulit dan baik untuk pertumbuhan rambut.
Dipakai sebagai tetes mata (botol baru dibuka sebelum dikocok, ditaruh di botol tetes mata).
Informasi di atas tidak merupakan keharusan, dalam penggunaannya bisa disesuaikan kemampuan tubuh. Dan jika akan digunakan untuk perawatan perlu disesuaikan kembali dan memperhatikan kondisi tubuh sebagai acuan perkembangan dalam perawatan.
Apa jadinya bila pohon tumbuh di pulau terisolasi, tanpa penghuni, tiada polusi, dan nutrisi memadai? tanaman anggota famili rubiaceae itu tumbuh secara alami, tanpa pupuk dan pestisida serta bukan hasil budidaya. Itulah Tahitian Noni yang kini beredar lebih dari 80 Negara di dunia.
Menyebut tahitian noni tak selamanya berarti mengkudu dari Pulau Tahiti, tetapi juga dari pulau-pulau lain di negara Polinesia Perancis. Tahiti merupakan pulau terbesar-panjang 55 km, lebar 25 km-di negara yang beribukota di Papeete itu. Selain Tahiti masih ada 199 pulau lain seperti Marquesas, Moorea, dan Tuoamotu yang juga menjadi habitat Noni. Di pulau-pulau itu noni tumbuh alami.
Nama Tahiti memang lebih populer ketimbang pulau-pulau lain di Polinesia Perancis sebagai penghasil noni. Boleh jadi lantaran John Wadsworth, ahli nutrisi dari Amerika Serikat, meriset noni di Tahiti pada 1990 an. Ia meneliti buah beraroma menyengat itu setelah memperoleh informasi tentang xeronine dalam buah noni.
Xeronine yang berfungsi memperlebar pori-pori dinding sel sehingga nutrisi masuk ke dalam sel sebetulnya juga diproduksi di dalam tubuh. Sayang, jumlahnya terbatas. Noni juga menghasilkan proxeronine alias pembentuk xeronine dalam jumlah yang amat melimpah. Penemu senyawa aktif itu adalah Dr Ralph Heinicke, ahli biokimia di Universitas Hawaii, pada 1985.
Ralph menyarankan agar Wadsworth mengunjungi Tahiti. Di pulau yang ditemukan James Cook pada 1769 itu, John Wadsworth menemui penduduk setempat. Ia meminta izin untuk mendapatkan noni-begitulah orang Hawaii menyebutnya.
Penduduk setempat mempersilakan untuk mengambil noni sebanyak-banyaknya karena mereka tak pernah memanfaatkannya. John Wadsworth semula terperangah. Ia minta ditunjukkan keberadaan noni. Ketika penduduk setempat menyodorkan seekor nyamuk, Wadsworth menggeleng. Dalam bahasa Polinesia noni berarti nyamuk. Ia mendeskripsikan buah yang tengah dicari. Untuk menyebut mengkudu, ternyata penduduk Polinesia mengatakan nono. Namun, setelah melalui berbagai macam pertimbangan, maka disebutlah buah tersebut sebagai Noni.
Bertahun-tahun masyarakat Polinesia Perancis memanfaatkan buah tersebut untuk mengatasi beragam penyakit. Kahuna alias tabib meresepkan buah tersebut sejak 1.500 tahun lampau untuk mengobati demam, gangguan pernapasan, luka, dan penyakit kulit. Mereka akan mengatakan Ia’ Orana (baca: yorana berarti hidup sehat) berkat kebiasaan mengkonsumsi buah tersebut.
Kerabat kopi itu sebetulnya bukan tanaman asli Polinesia, tetapi dari Asia Tenggara seperti Indonesia. Pada 100 sebelum masehi terjadi migrasi penduduk Asia Tenggara ke Polinesia di Pasifik Selatan. Mereka membawa tanaman bahan pangan seperti talas, sukun, dan ubijalar serta tanaman obat, mengkudu.
Lacak pemetik
Setelah meriset noni di Tahiti, Wadsworth membangun industri olahan buah noni itu di Provo, Utah, Amerika Serikat, bersama Stephen Story. Sumber bahan baku dari Polinesia ditangani secara higienis dan sistematis.
‘Buah ini telah dirawat oleh alam dan sekarang tiba waktunya mengambil dari alam untuk memberkati berjuta-juta orang di bumi,’ kata Wadsworth ketika mengawali produksi tahitian noni. Menurut Rianto Kunto, Independent Product Consultant (IPC) dari PT Tahitian Noni Internasional Indonesia - perusahaan distributor tahitian noni sejak 2005, hanya pemetik bersertifikat yang dipekerjakan perusahaan untuk memanen Noni.
Hasil panen antarpemetik tak tercampur hingga pengolahan di pabrik. Itulah sebabnya setelah diolah menjadi jus pun, Tahitian Noni International,Inc , produsen, dapat menelusuri pemetik buah Noni. Perusahaan yang berdiri pada Juli 1996 itu memberikan kode tertentu di setiap botol. ‘Kalau ada konsumen yang komplain soal tahitian noni kita dapat mengecek siapa pemetik buah,’ ujar Piter,SE , IPC dari Tahitian Noni International
Sampai 2006, total jumlah produksi tahitian noni lebih mencapai 100-juta botol 1 liter. ‘Setiap 1,8 detik terjual 1 botol tahitian noni,’ kata Piter,SE.