Cara Penggunaan Tahitian Noni
December 23, 2010 by Nonioriginal
Filed under Artikel
Selama ratusan tahun, buah noni telah digunakan baik untuk pengobatan alternatif. Tabib tradisional di Polynesia telah menggunakan noni sebagai obat bagi luka, kudis dan masalah-masalah kulit lainnya selama berabad- abad. penduduk Polynesia juga menggunakan noni sebagai suatu makanan kesehatan, yang dipercaya memiliki kekuatan penyembuhan bagi bagian dalam tubuh.
Sejak noni tersedia di Amerika Serikat, Dr. Neil Solomon telah mempelajari buah tropikal ini, Morinda citrifolia. Berdasarkan penelitian, Dr. Neil Solomon telah menemukan beberapa tuntunan umum tentang berapa banyak noni juice yang harus diminum untuk membantu berbagai masalah kesehatan. Dalam kasus-kasus lainnya, banyak yang masih mencari suatu tuntunan untuk memperhitungkan jumlah optimal dari noni juice yang harus dikonsumsi untuk membantu masalah kesehatan mereka secara spesifik.
Grup 1: Min. 30 cc/hari • Rata-rata 60 cc/hari
:: Energi meningkat
:: Kelemahan mental membaik
:: Peningkatan massa otot
:: Daya seksual meningkat
:: Perbaikan masalah rambut dan kulit
:: Lebih mampu mengatasi stress , segar, merasa lebih baik
Grup 2: Min. 30 cc/hari • Rata-rata 75 cc/hari
:: Asthma membaik
:: Alergi, gejala berkurang
:: Pencernaan membaik
:: Penyakit ginjal membaik
:: Menstruasi, gejala berkurang
:: Obesitas, penurunan berat badan
:: Kualitas tidur meningkat
Grup 3: Min. 30 cc/hari • Rata-rata 90 cc/hari
:: Arthritis, gejala berkurang
:: Depresi, gejala berkurang
:: Diabetes, tipe 1 & 2, membaik
:: Tekanan darah tinggi menurun
:: Rasa sakit, termasuk sakit kepala, berkurang
:: Masalah pernafasan membaik
:: Berhenti merokok
Grup 4: Min. 30 cc/hari • Rata-rata 105 cc/hari
:: Kanker, gejala berkurang
:: CFIDS, fibromyalgia, gejala berkurang
:: Penyakit jantung, gejala berkurang
:: HIV, gejala berkurang
:: Sistem kekebalan
:: Multiple sclerosis, gejala berkurang
Uji Klinis 27000 Pengguna TNBB
October 7, 2010 by Nonioriginal
Filed under Produk
dr. Neil Solomon, M.D, Ph.D telah melakukan penelitian selama 9 tahun bersama lebih dari 1300 ahli kesehatan terhadap lebih dari 27.000 orang dengan menggunakan TAHITIAN NONI Bioactive Beverage dan hasilnya sungguh mengagumkan dan mempublikasikannya.Berikut Pernyataan dari dr.Neil Solomon :
“Saya telah melakukan penelitian terhadap lebih dari 27.000 orang yang mengkonsumsi TAHITIAN NONI Bioactive Beverage . Saya secara tegas menyatakan bahwa riset saya hanya dilakukan dengan TAHITIAN NONI Bioactive Beverage. Saya melarang nama saya dipergunakan oleh perusahaan lain dan hasil penelitian itu tidak boleh dipergunakan untuk produk NONI Juice dari perusahaan lain.”
Bahwa Tahitian Noni Bioactive Beverage membantu kondisi : Alergi, Arthritis, Asthma, CFIDS, Fibriomyalgia, Depresi, Diabetes, Types 1 & 2, Energi, HIV, Kanker ,Kebugaran, Menstruasi, Kelemahan Mental, Multiple Sclerosis, Masalah Pernapasan, Masalah Kulit dan Rambut, Masalah Tidur, Obesitas/Kegemukan, Peningkatan Atletis, Masalah Pencernaan, Penyakit Jantung, Penyakit Ginjal, Peningkatan Massa Otot, Parkinson, Peningkatan Daya Seksual, Rasa Sakit, Sakit Kepala, Sistem Kekebalan Tubuh, Stop Merokok, Stress, Stroke, dan Tekanan Darah Tinggi

Tanya Jawab dengan Dokter Neil Solomon
Dokter Neil Solomon menerima pertanyaan-pertanyaan secara teratur dari orang-orang yang tertarik pada noni juice dan penelitiannya namun tidak memiliki banyak waktu untuk mempelajarinya sendiri. Tanya jawab berikut ini berguna sebagai referensi singkat bagi mereka yang mencari informasi lebih lanjut tentang Tahitian Noni Bioactive Beverage dan keterlibatan dr neil solomon dengannya.
T: Dr. Solomon, bagaimana anda bisa terlibat dengan noni?
J: Pada tahun 1996, Dr Richard Passwater, seorang ahli nutrisi ternama, dan saya diminta oleh suatu penerbit jumal kesehatan apakah kami pikir cukup menarik untuk membuat suatu artikel yang mengupas tentang noni. Saya belum pernah mendengar noni pada saat itu. Pada tahun-tahun selanjutnya, tugas tersebut telah membawa saya berkeliling dunia untuk mengumpulkan data dan penelitian lapangan dari ribuan ilmuwan, dokter, profesional medis lainnya dan para peminum noni. Dari materi-materi tersebut saya telah menulis buku dan artikel, membuat kaset dan kuliah tentang noni.
T: Berapa banyak profesional medis dan para peminum noni yang anda hubungi?
J: Saya menerima informasi lebih dari 1.300 profesional medis yang mewakili lebih dari 27.000 peminum noni.
T: Dari berapa banyak negara anda menerima data tentang noni?
J: 80 negara.
T: Apakah ke-29 kondisi kesehatan yang anda diskusikan dalam buku ini hanya yang dilaporkan dibantu oleh noni dan telah didokumentasikan?
J: Tidak. Terdapat banyak riset dan penelitian yang tidak dapat saya sertakan dalam buku ini karena keterbatasan tempat. Saya masih mempunyai banyak kesaksian dari orang-orang mengenai penyakit-penyakit yang tidak saya sebutkan dalam buku ini. Karena noni telah digunakan selama berabad-abad di Tahiti sebagai penyembuh alami, terdapat banyak laporan penggunaan “yang tidak ilmiah” atas semua bagian dari tanaman Morinda citrifolia yang mungkin masih diteliti oleh ilmuwan-ilmuwan yang lain.
T: Apakah benar terdapat laporan tentang noni yang membuat orang sakit yang telah dipublikasikan?
J: Ya dan tidak. Saya telah meneliti laporan ini dan menemukan bahwa bukan noni yang menyebabkan mereka sakit namun kontaminan, racun-racun dan ketidak mumian yang terdapat di dalam produk noni (Selain Tahitian Noni Bioactive Beverage) tersebut. Tidak terdapat adanya kualitas kontrol yang memadai. Itu sebabnya saya membatasi penelitian saya hanya pada TAHITIAN NONI Bioactive Beverage karena pembuatnya mempunyai kualitas kontrol yang tidak tertandingi. TAHITIAN NONI Bioactive Beverage tumbuh dan dipetik dari lingkungan yang asri di Tahiti dan secara rutin diuji atas lebih dari 300 kontaminan oleh 2 laboratorium independen. Kontaminan, racun-racun dan ketidak mumian tidak pemah ditemukan dalam TAHITIAN NONI Bioactive Beverage.
T: Apakah noni juice aman bagi semua orang?
J: Noni juice berasal dari makanan alami yang telah dilaporkan 100% aman. Ribuan orang di seluruh dunia telah menggunakannya selama ribuan tahun. Saya tidak pemah melihat adanya laporan negatif yang didokumentasikan karena menggunakan noni juice dari Tahiti baik pada ibu hamil serta menyusui, anak-anak dan lanjut usia. Beberapa orang melaporkan adanya alergi, hiper sensitif dan beberapa masalah kecil. Seperti dinyatakan sebelumnya, periksalah terlebih dahulu dengan profesional medis. Bagi mereka yang perlu mengawasi asupan potasium secara ketat, noni juice memiliki kurang dari setengah tingkat potasium yang ditemukan dalam 30 cc jus jeruk atau jus tomat, seperti yang didokumentasikan oleh Department of Agriculture Nutrient Data Laboratory Amerika Serikat.
T: Bagaimana noni dapat membantu begitu banyak masalah kesehatan yang berbeda?
J: Ini membutuhkan jawaban yang sangat kompleks. Banyak manfaat kesehatan noni yang dihubungkan dengan kemampuannya dalam meningkatkan nitriks oksida dan juga kandungan-kandungan dalam noni seperti scopoletin, anti oksidan, dan juga campuran. berbagai nutra setikal dalam noni yang unik. Teori Enzim Perbaikan-DNA saya juga dapat menjelaskan mengapa noni sepertinya membantu berbagai masalah kesehatan. Kerusakan DNA dapat mengarah pada ketidak normalan gen yang memiliki kontribusi pada kondisi kesehatan bagi keseluruhan sistem dalam tubuh kita. Saya percaya campuran nutra setikal yang ampuh dalam noni mampu meningkatkan fungsi dari
enzim perbaikan DNA, dan memungkinkan memutar balikkan kerusakan yang terjadi pada DNA dan mencegah timbulnya ketidak normalan gen. Mohon lihat buku saya yang berjudul The Noni Solution untuk informasi lebih lanjut.
T: Berapa banyak noni yang harus saya minum?
J: Jawaban dari pertanyaan di atas lah yang mencetuskan saya untuk menulis buku ini. Terdapat panduan umum pada
bagian “Noni juice yang Menakjubkan”. Sebagai tambahan, tabel 5 mengindikasikan jumlah rata-rata noni juice yang dikonsumsi oleh orang-orang untuk membantu dalam ke-29 kondisi kesehatan yang mereka alami. Pada tabel 3 juga terkandung apa saya sebut anjuran penggunaan noni berdasarkan umur, berat badan dan status kesehatan saat ini. Dengan acuan tersebut, saya menganjurkan anda untuk memonitor diri anda sendiri berapa banyak noni yang anda butuhkan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
T: Berapa lama saya harus meminum noni juice?
J: Terserah anda. Kita memiliki kebutuhan yang berbeda.
Penelitian saya memperlihatkan 95% orang yang melaporkan keberhasilan noni dalam tiga bulan sejak mulai mengkonsumsi noni. Oleh karena itu, saya akan menguji noni paling tidak selama 3 bulan. Kebanyakan orang yang tidak mendapatkan hasil yang optimal karena meng konsumsi terialu sedikit noni juice atau tidak meminum nya cukup lama. Bagi banyak orang, noni adalah suatu suplemen yang ingin mereka teruskan seumur hidup dengan tujuan perawatan dan pencegahan. Hasil dari penelitian saya memperlihatkan 69% orang yang telah mendapatkan hasil positif setelah meminum noni juice berkata bahwa mereka tidak akan berhenti meminumnya.
Sumber : Buku Noni Juice : How Much, How Often karangan Neil Solomon, MD
Manfaat Tahitian Noni untuk Puasa
August 15, 2010 by Nonioriginal
Filed under Artikel
TIPS PUASA TETAP BUGAR SEPANJANG HARI
Menurut DR.dr.Amarullah H Siregar DIHom,DNMed, MSc,PhD : ” Minumlah Tahitian Noni Bioactive Beverages sebanyak 60 ml , 30 menit sebelum makan sahur, dan 60 ml saat buka puasa maka Insya Allah selama puasa anda tetap sehat, bugar, ber energi sepanjang hari dan terhindar dari bau mulut yang menyengat”.

Kesehatan merupakan nikmat yang tidak dapat dinilai dengan harta benda. Untuk menjaga kesehatan, tubuh perlu diberikan kesempatan untuk istirahat. Puasa, yang mensyaratkan untuk tidak makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
Puasa dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Makanan yang berlebihan gizi belum tentu baik untuk kesehatan seseorang. Kelebihan gizi atau overnutrisi mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes milletus dan lain-lain.
Pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek kesehatan, diantaranya yaitu :
- Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan,
Pada hari-hari ketika tidak sedang berpuasa, alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras, oleh karena itu sudah sepantasnya alat pencernaan diberi istirahat. - Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi). Dengan puasa, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan karsinogen dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.
- Menambah jumlah sel darah putih. Sel darah putih berfungsi untuk menangkal serangan penyakit sehingga dengan penambahan sel darah putih secara otomatis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
- Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh,
- Memperbaiki fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh,
- Meningkatkan fungsi organ tubuh
Tahitian Noni Bioactive Beverages sebagai suplemen yang sangat baik untuk mamulai dan berbuka puasa karena potensi fitonutrisinya untuk diet suplemen harian maupun efek nutraseutikal . Anda akan berpotensi tampil lebih sehat dan energik serta terbebas dari bau mulut di kala puasa.
Tahitian Noni ini bisa diaplikasikan kepada beberapa jenis puasa yang akan anda jalankan seperti puasa wajib, puasa senin kamis, puasa intermiten/total weight loss, aneka puasa terapeutik atau puasa lainnya sesuai agama dan kepercayaan masing masing.
Manfaat yang akan anda rasakan ketika berpuasa menggunakan Tahitian Noni , diantaranya
1. Mempertahankan energi tubuh selama berpuasa
2. Mencapai puncak stamina puasa se-powerful olahragawan
3. Menunjang aktivitas harian bila berpuasa dalam kondisi sakit
4. Menjaga aktivitas biologis suami istri pasca seharian berpuasa.
Tahitian Noni sangat potensial bila diaplikasikan untuk menunjang aktivitas harian selama berpuasa meskipun dalam keadaan sakit. Hanya saja kapan efek nya mulai terasa signifikan , pasti berbeda responnya antara satu konsumen dengan konsumen lainnya. Hal ini mungkin menyesuaikan dengan kondisi fisiologis sebelum disuplementasi, dosis dan durasi konsumsinya. Hasil-hasil penelitian memperlihatkan efek positif puasa terapeutik terhadap proses penyembuhan diabetes, hipertensi, kolesterol dan obesitas. Logikanya ketika seseorang merasakan manfaat positif puasa serta terapi lainnya untuk mengatasi keluhan-keluhan metabolik; maka orang itu pasti lebih mampu beradaptasi terhadap fisiologis puasa.
Buah-buahan dan Minuman Manis
Selain menggunakan suplemen Tahitian Noni Bioactive Beverages, itu juga dihimbau agar berbuka puasa diawali dengan makan buah kurma, atau dengan buah-buahan dan minuman yang manis seperti madu. Ajaran ini mengandung makna kesehatan karena buah-buahan dan minuman yang manis merupakan bahan bakar siap pakai yang dapat segera diserap oleh tubuh untuk memulihkan tenaga setelah seharian tubuh tidak disuplai oleh makanan dan minuman. Glukosa yang terkandung di dalam buah-buahan dan minuman yang manis merupakan sumber energi utama bagi sel-sel tubuh. Glukosa efektif dibutuhkan ketika tubuh memerlukan masukan energi yang diperlukannya.
Anjuran sahur bukan semata-mata untuk mendapatkan tenaga yang prima selama menunaikan ibadah puasa, melainkan juga mengandung makna bahwa puasa perlu persiapan agar selama berpuasa produktivitas kerja dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Pada waktu buka puasa dan sahur suplai gizi perlu diusahakan memenuhi unsur-unsur yang dibutuhkan tubuh, meliputi enam jenis zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Pentingnya keseimbangan gizi sering kurang disadari karena hasilnya tidak terlihat langsung. Seseorang yang kekurangan zat gizi tertentu sama bahayanya dengan mereka yang kelebihan gizi tertentu. Makan yang seimbang baik dalam porsi maupun gizi akan mempengaruhi susunan saraf pusat dan kondisi biokimia tubuh. Makan yang seimbang adalah makan yang tidak kekurangan tetapi juga tidak berlebihan, yang disesuaikan dengan usia, kualitas dan kuantitas gerak serta kondisi tubuh.
Pada beberapa orang, pada saat puasa mempunyai keluhan seperti merasa lemas dan lesu atau stamina menurun, juga gangguan pencernaan seperti perut kembung dan gangguan lambung. Beberapa bahan pangan tertentu seperti madu, jahe, kencur, temu lawak, dan bahan-bahan lainnya dapat digunakan untuk mengatasi stamina menurun, kembung, dan gangguan lambung pada saat puasa.
Berikut beberapa bahan alami yang dapat digunakan agar puasa tetap fit dan segar.
1.MADU
Khasiat : meningkatkan stamina serta mempertahankan stabilitias tubuh agar tetap sehat dan bugar, melancarkan proses metabolisme, untuk kecantikan dan awet muda, mencegah gangguan pencernaan, dan lain-lain
2.KURMA
Khasiat : meningkatkan stamina dan energi, mencegah & mengatasi anemia (kurang darah), melancarkan pembuangan, sebagai penenang (merileksasi sel otot tubuh yang tegang), mencegah pendarahan rahim.
3.JAHE (Zingiber officinale Rosc.)
Khasiat : meningkatkan stamina, mengatasi perut kembung, masuk angin, mual, muntah, sakit kepala, pusing, demam, dan lain-lain
4.TEMU LAWAK (Curcuma xanthorrhiza)
Khasiat : kolesterol tinggi, meningkatkan stamina tubuh/tonikum, kurang darah, radang lambung/maag, perut kembung, dan lain-lain.
5.KENCUR (Kaempferia galanga)
Khasiat : meningkatkan stamina tubuh, menghilangkan bau mulut, radang lambung, kembung, mual, muntah, masuk angin, dan lain-lain.
6.Ubi Jalar Merah (Ipomoea batatas)
Khasiat : perut kembung, peluruh kentut, masuk angin, gangguan lambung
7.KUNYIT (Curcuma domestica Val.)
Khasiat /efek ; radang lambung, memperlancar pengeluaran empedu sehingga mengurangi perut kembung, mual, dan rasa begah di perut.
8.KAPULAGA (Amomum cardamomum)
Khasiat : untuk radang lambung, mual, muntah-muntah, perut sebah dan kembung.
9.Kayu Manis (Cinnamomum burmanii)
Khasiat : untuk radang lambung, mual, muntah-muntah, perut sebah dan kembung.
Tahitian Noni Juice Untuk Diabetes
July 28, 2009 by Nonioriginal
Filed under Artikel
Banyak orang terkesima saat mengetahui bahwa diabetes merupakan pembunuh terbesar ketiga di dunia setelah penyakit jantung dan kanker. Untungnya, banyak efek-efek dari diabetes yang dapat dikendalikan. Meskipun penyakit ini tidak tersembuhkan, namun penelitian-penelitian memperlihatkan bahwa dengan mempertahankan kadar gula seseorang sedemikian rupa mendekati batas normal maka komplikasi-komplikasi jangka panjang akibat diabetes seperti serangan jantung, gagal ginjal, dan kebutaan akan dapat dikurangi secara signifikan.
Tubuh penderita diabetes sendiri tidak mampu untuk mengolah makanan menjadi energi. Inti permasalahan adalah kemampuan tubuh dalam memproduksi dan menggunakan hormon insulin secara baik. Sel beta dalam pankreas yang memproduksi insulin. Terdapat dua jenis diabetes Tipe I dan Tipe II. Pada diabetes Tipe I tubuh hanya sedikit atau bahkan tidak mampu memproduksi insulin. Kondisi sering disebut sebagai diabetes kaum muda karena biasanya muncul pada usia muda dan lebih akut. Pada diabetes tipe II tubuh mampu memproduksi insulin secukupnya (terkadang bahkan lebih dari cukup). Namun, insulin yang diproduksi tidak dapat diserap oleh sel tubuh untuk memecah gula menjadi energi. Pada diabetes tipe II, tubuh juga mengalami masalah dalam menggunakan lemak dan protein secara baik. Dari semua jenis diabetes hampir 90% adalah diabetes tipe II. Kondisi ini sering disebut sebagai diabetes ‘usia-Ianjut’,
Gejala-gejala dari kedua tipe diabetes tersebut serupa. Yang paling umum antara lain:
- kekurangan energi
- mudah lapar
- sering buang air kecil
- rasa haus yang berlebih
- pandangan yang kabur
- mual
- rasa sakit di bagian perut
- tidaknyamanan
- merasa lemah.

Tipe I sering dikaitkan dengan turunnya berat badan. Sedangkan tipe II sel dikaitkan dengan penambahan berat badan. Meskipun kita tahu bahwa diabetes dalam berbagai situasi adalah penyakit keturunan namun para ilmuwan tidak mengetahui dengan pasti penyebabnya, kemungkinannya karena sistem endokrin dan kekebalan tubuh yang tidak berfungsi dengan baik.
Riset memperlihatkan bila sistem kekebalan tubuh mulai berbalik menyerang diri sendiri – kemungkinan karena gangguan otoimunitas – maka sel beta dalam pankreas akan rusak atau setidaknya jumlah sel beta yang berfungsi dengan baik akan berkurang. Hal ini tentu akan mempengaruhi jumlah, kemurnian dan efektifitas dari insulin dalam tubuh. Namun bila sistem kekebalan tubuh sanggup menghalau serangan tersebut maka integritas dari insulin tubuh akan dapat dipertahankan.
Serangkaian tes yang ada saat ini telah memungkinkan untuk mendeteksi kegagalan antibodi-antibodi dalam darah sejak dini pada orang-orang yang menunjukkan gejala terserang diabetes. pada beberapa orang dewasa, antibodi – antibodi yang merusak ini dapat muncul bertahun-tahun sebelum gejala-gejala diabetes timbul. jenjang waktu ini disebut sebagai “tahap pre-diabetes.” Tahapan ini juga ditemui pada penyakit-penyakit gangguan endokrin lainnya seperti Hashimoto’s Thyroiditis dan penyakit Addison (kekurangan adrenalin). Gabungan dari keduanya dikenal sebagai Sindrom Schmidt.
Pada tahun 196o-an, Dr. Neil Solomon berada di Fakultas Kedokteran di john Hopkins Medical School dan menjadi anggota dari tim medis yang melakukan penelitian atas Sindrom Schmidt. Tim ini terdiri dari ahli-ahli medis ternama dari Rumah Sakit John Hopkins seperti mendiang Dr. A.M. Harvey, Ketua dan Profesor di Departemen Pengobatan; Dr. Ivan L. Bennett, Ketua dan Profesor di Departemen patologi; Dr. Charles C. Carpenter, Ketua Residensi pelayanan Medis Osler di Rumah Sakit john Hopkins dan yang lainnya. Tim kami menemukan bahwa pasien penderita Sindrom Schmidt ini tidak hanya mempunyai antibodi-antibodi yang menyerang kelenjar adrenal dan thyroid namun juga menyerang set beta dalam pankreas yang memproduksi insulin. Kami telah menerbitkan jurnaljurnal medis yang menunjukkan hubungan antara antibodi dengan adrenal, thyroid dan pankreas.
Dr. Neil Solomon percaya salah satu efek noni adalah pada pankreas dan sistem kekebalan tubuh. penelitian terkini telah menunjukkctn bahwa noni mampu mengatur kesehatan sistem kekebalan tubuh baik dengan meningkatkan kinerja sistem yang telah berjalan dengan baik atau dengan merangsang komponen-komponen dalam sistem kekebalan tubuh yang lamban dalam bereaksi. Sebagai tam bahan, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, noni dipercaya sanggup memperkuat dan mempertahankan struktur selular. Hal tersebut dapat dicapai dengan noni bertindak sebagai adaptogen yang akan membantu “sel yang sakit” untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Dalam kasus diabetes maka noni akan membantu sel-sel beta dalam pankreas yang tidak berfungsi atau membantu sel-sel tubuh yang tidak berhasil dalam usaha mereka untuk menerima dan menggunakan glukosa dalam darah.
Selain itu mengkonsumsi noni juga dapat membantu meringankan gejala-gejala diabetes melalui kemampuannya untuk merangsang produksi scopoletin dalam tubuh dan produksi nitric oxide secara tidak langsung. Keduanya merupakan faktor penting dalam meredakan gejala-gejala seperti peredaran darah dan penglihatan yang kurang baik. Karena asupan gula – meskipun itu gula alami – sangat penting untuk diawasi dalam pala makan penderita diabetes. maka perlu dicatat bahwa 120 cc tahitian noni setara dengan 1 satu macam buah. Suatu aturan umum bagi penderita diabetes adalah dengan mengkonsumsi tahitian noni secara bertahap. Namun yang perlu diingat karena noni adalah makanan alami maka kecil kemungkinannya noni akan mengubah kadar gula dalam darah dibandingkan dengan jus buah lainnya. Mencatat kadar gula dalam darah setiap hari merupakan cara yang baik untuk memonitor bila terjadi suatu perubahan. Sebagai rekomendasi, catatlah kadar gula darah anda pada pagi hari (gula puasa) dan pada sore hari (sekitar pukul 16.00). Catatan ini akan memperlihatkan bagaimana tubuh anda mengolah gula dan merespon terhadap tahitian noni atau apapun yang anda makan.
Mohon dicatat bagi penderita diabetes tipe I untuk tidak menggantikan suntikan insulin dengan noni juice. Mereka dapat mengurangi jumlah suntikan insulin. Menggunakan suplemen alami seperti tahitian noni harus dilakukan di bawah pengawasan dokter. Berdasarkan penelitian Dr. Neil Solomon, dari 5.945 pengguna noni yang menderita diabetes, 79% di antaranya melaporkan gejala-gejala diabetes yang semakin membaik.
Dosis penggunaan Noni: jumlah konsumsi rata-rata dari 79% responden yang mengalami kemajuan kesehatan yang positif adalah 90 cc setiap hari.
Diabetes Berujung Komplikasi
June 20, 2009 by Nonioriginal
Filed under Testimonial
Vonis amputasi sudah sempat dilayangkan pihak medis kepada ibunda kami, Sriyati, ujar M.S. Yahya, Putra Sriyati yang menetap di Blitar, Jawa Timur. Sejak duduk di bangku SMA, ibu sudah menderita saya Diabetes. Selama ini karni hanya mengupayakan langkah medis sederhana dan pengobatan alternatif, untuk menanggulangi derita yang ibu alami. Menjelang bulan puasa tahun 2007, kami dipertemukan dengan Tahitian Noni Juice sebagai mediasi kesembuhan ibu. Alhamdulillah, Allah SWT mengijinkan penyakit Diabetes ibu terobati dengan mengonsumsi TNJ 7 x 20 cc setiap hari selama dua bulan. Bulan puasa 2007 menjadi puncak penderitaan ibu kami. Gula darah mencapai angka 474, Ibu sempat tidak bisa berjalan karena bengkak dan luka di kakinya Hal tersebut juga membuatnya mendapatkan vonis amputasi oleh tim dokter. Sebuah solusi yang tidak diinginkan oleh ibu dan karni semua. Sambil mencari alternatif pengobatan lain, kami dikenalkan dengan TNJ. Minggu pertama mengkonsumsi TNJ, ibu sudah enak makan. Biasanya ibu tidak bisa makan apapun, karena penyempitan di tenggorokan nya. Belum lagi masalah jantung yang juga mendera tubuhnya, sampai-sampai lambung dan paru-parunya ikut mengalami kerusakan. Tapi semuanya berangsur membaik dan normal. Sebulan kemudian, bengkak serta luka di kaki ibu berangsur-angsur membaik. lbu sudah bisa berjalan, bahkan keluhan penglihatan di matanya juga semakin berkurang. Dan sinilah saya yakin bahwa penelitian yang menjelaskan bahwa kandungan dalam TNJ yang bisa mengatasi deiabetes benar adanya. Saya hanya ingin menekankan jika Allah SWT menciptakan sesuatu pasti ada manfaatnya. Buah noni asal Tahiti dapat menjadi penawar penyakit yang dialami ibu saya.
diabetes" />








