Kanker Serviks

September 6, 2009 by admin  
Filed under Testimonial

Denting dawai kehidupan Eva Agustine Mariana seakan terputus. Sederet huruf hitam di selembar kertas itu bagaikan palu godam yang menghantam dada Eva: Ia divonis kanker serviks stadium II.

evasHasil pemeriksaan 17 September 2008 di sebuah rumahsakit di Jakarta Barat itu membuat jiwa Eva terguncang. Ia mencoba meyakinkan diri bahwa apa yang dialaminya hanyalah igauan di siang bolong. Sayangnya tes ulang di sebuah rumahsakit di Jakarta Pusat pada Oktober 2008 makin meneguhkan hasil tes pertama: kanker serviks.

Kanker serviks merupakan jawaban atas serangkaian gejala perut kram dan tak nyaman hendak muntah. Tak hanya itu, flek hitam muncul jika ia merasa keletihan. Eva pun kerap merasakan sakit akibat perdarahan ketika berhubungan intim.

Untuk menghilangkan sel kanker, dokter menyarankan Eva kemoterapi 20 kali selama 2-3 bulan. Jika tak berhasil, penyinaran menjadi harapan terakhir. ‘Saat itu dokter bilang jangan harap punya anak. Bisa hidup pun sudah karunia Tuhan,’ ungkap ibu 2 anak itu. Pilihan itu tak diambil Eva. Mafhum ketika mendengar kata kemoterapi, yang terbayang adalah Sisca. Kakak iparnya itu menderita kanker nasofaring. Setelah menjalani kemoterapi rambutnya rontok, badan lunglai, serta tak bisa mencecap akibat indera perasa menghilang.

TAHITIAN NONI JUICE
Kondisi Eva makin parah. Kesemutan dan sesak napas kerap menyatroni. Punggung pun terasa sakit dan hambatan berkemih mulai menghiasi hari-harinya. Pertengahan Desember 2008, ia memeriksakan diri ke rumahsakit. Hasil pemeriksaan menunjukkan kanker telah menjalar ke pangkal paha: stadium III akhir.

Akibat vonis itu Eva takut tidur, ‘Saya takut tak bisa bangun lagi keesokan harinya,’ ungkap perempuan kelahiran 1977 itu. Tak heran kondisi Eva melorot drastis. David, suami Eva, tak mau berpangku tangan. Ia menyambangi banyak herbalis untuk kesembuhan Eva. Namun, meski mengonsumsi berbagai ramuan herbal selama 3 bulan, hasilnya nihil.

Secercah titik terang muncul ketika ayah mertua Eva, Hengky, menyarankan konsumsi  Tahitian Noni Juice. Eva pun mulai mengkonsumsi 1 liter  Tahitian Noni Juice tiap hari. Dosisnya tiap 1 jam 4 seloki berukuran 30 ml. Wangi Tahitian Noni Juice yang tak sedap sempat mengurungkan niat Eva. Ia mengatasinya dengan menutup hidung dan meminum air putih sebanyak 1 liter. Dampak dari konsumsi  Tahitian Noni Juice, ‘Maunya tidur terus,’ kata Eva.

Sembilan hari pascakonsumsi alat vital Eva terasa perih dan mulai mengeluarkan flek hitam dan bau tak sedap. ‘Rasanya seperti luka yang diberi jeruk nipis,’ tutur perempuan kelahiran Jakarta itu. Mulai hari ke-11 dosis konsumsi dikurangi hanya setengahnya, 500 ml per hari. Hari ke-18 flek hitam yang keluar disertai darah. Badan lemas dan kepala terasa berat. Menginjak hari ke-28 darah yang keluar makin banyak. ‘Mungkin saat itu ada 1/4 - 1/2 liter darah yang keluar,’ ungkap Eva. Hari-hari selanjutnya flek yang keluar mulai berkurang.

Pada Mei 2009, setelah menghabiskan 60 liter  Tahitian Noni Juice, kondisi tubuh Eva makin membaik dan terasa fit. Merasa senang dengan perkembangan yang terjadi, pada 10 Juni 2009 ia pun memeriksakan diri ke sebuah rumah sakit di Jakarta. Sepekan pascapemeriksaan sebuah kabar gembira terbetik: hasil biopsi sel-sel abnormal dari tubuh Eva telah enyah. ‘Dokter menyatakan daerah serviks dan kandungan dalam kondisi baik dan sempurna,’ tutur Eva.

Kandungan Bioaktif TNJ

July 28, 2009 by admin  
Filed under Produk

TAHITIAN NONI® Juice mengandung 89% Sari buah murni Noni ( Morinda Citrifolia ) ditambah dengan 11% Anggur dan Blueberry, tidak menggunakan bahan pengawet dan zat kimia, diproses dengan menggunakan teknologi canggih. Mengandung 230 senyawa yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, 157 senyawa adalah micro nutrisi essensial (Super Nutrisi) antara lain sebelas (11) vitamin, sebelas (11) mineral, tujuh belas (17) asam amino, yang terpenting diantaranya adalah :

Saran Penggunaan TNJ

June 15, 2009 by admin  
Filed under Produk

Berapa banyak Tahitian Noni Juice  sebaiknya dikonsumsi?

Tabel di bawah ini merupakan daftar loading dose (kejenuhan sel-sel hati) yang direkomendasikan, maintenance and/or preventive dose (dosis pemeliharaan dan/atau pencegahan) dalam ml liquid noni baik untuk dewasa maupun anak-anak. Menurut Dr. Heinicke, karena noni disimpan dan dikeluarkan oleh hati, maka tidak ada pendekatan terhadap berat badan. Noni harus dikonsumsi paling sebentar setengah jam sebelum sarapan dan setengah jam sebelum makan malam. Waktu untuk mengkonsumsi noni tidaklah begitu penting. Frekuensi mengkosnsumsi noni lebih penting dari hanya sekedar jumlahnya. Dan untuk pemeliharaan kesehatan secara umum, paling tidak noni harus dikonsumsi setiap 12 jam. Noni sebaiknya dikonsumsi dengan menggunakan campuran murni alami dari 89% jus murni dari tanaman noni digabung dengan 11% campuran jus anggur murni dan jus berry alami lainnya. Kombinasi khusus dari jus ini, telah diciptakan oleh Stephen Story and John Wadsworth, yang memungkinkan untuk mendapat rasa dan bau yang enak.

Loading Dose:  Bulan 1
Liquid Noni [ml]

DEWASA (LEBIH DARI 16 TAHUN)

½ Jam Sebelum Sarapan 30 ml atau 4 sendok makan
½ Jam Sebelum Makan Malam 30 ml atau 4 sendok makan
ANAK (KURANG DARI 16 TAHUN)
½ Jam Sebelum Sarapan 15 ml atau 2 sendok makan
½ Jam Sebelum Makan Malam 15 ml atau 2 sendok makan

Therapeutic Dose:  Bulan 2 sampai Bulan 6
Liquid Noni [ml]

DEWASA (LEBIH DARI 16 TAHUN)
½ Jam Sebelum Sarapan 30 ml atau 4 sendok makan
½ Jam Sebelum Makan Malam 15 ml atau 2 sendok makan
ANAK (KURANG DARI 16 TAHUN)
½ Jam Sebelum Sarapan 15 ml atau 2 sendok makan

Maintenance and Prevention Dose:  Bulan 7 dan selanjutnya
Liquid Noni [ml]

DEWASA (LEBIH DARI 16 TAHUN)
½ Jam Sebelum Sarapan 15 ml atau 2 sendok makan
½ Jam Sebelum Makan Malam 15 ml atau 2 sendok makan
ANAK (KURANG DARI 16 TAHUN)
½ Jam Sebelum Sarapan 15 m atau 2 sendok makan

Untuk mendapatkan efek yang optimal dari noni, pertama Anda perlu untuk memenuhi hati dahulu dengan noni, ini disebut “loading dose“. Bulan 1, memberikan Anda sejumlah cairan noni untuk dikonsumsi di bulan pertama.

Setelah bulan pertama sampai bulan keenam, masuk therapeutic dose seperti dalam tabel mulai bulan 2 sampai bulan 6. Mulai bulan 7 dan selanjutnya merupakan Maintenance and Prevention Dose.

Noni telah dilaporkan aman untuk ibu hamil dan menyusui. Noni dapat juga dikonsumsi bersama-sama dengan semua obat lain - secara virtual tidak ada interaksi negatif. Dalam beberapa situasi noni dapat memungkinkan obat lain untuk bekerja lebih efisien. Anda harus memberitahu tenaga kesehatan profesional Anda bahwa Anda sambil mengkonsumsi noni, dokter Anda mungkin akan menurunkan dosis obat resep Anda. Hal ini sering mengurangi efek samping dari obat-obatan yang asli.

Noni dapat pula dikonsumsi balita dan bayi:

  • Balita (1-5 tahun) = 7,5 ml atau 1 sendok makan;
  • Bayi = 1 sendok teh.

Cara Minum Tahitian Noni Juice: Tahan sekitar 20 detik di dalam mulut tepatnya dibawah lidah sebelum ditelan, bukan dikumur, untuk merangsang kelenjar pituitary dan pineal dibawah otak untuk produksi Serotonin dan Melatonin yang mengatur pola tidur, mood, pubertas, siklus ovarian, dan meningkatkan kelenjar thyroid, kelenjar thymus, pankreas, dan hormon seksual.

Untuk Stroke, Jantung, Asma, Diabetes, Hepatitis, dsb minimal 3 x 60 ml sehari.

Untuk penanganan kanker seperti yang dianjurkan Dr. dr. Amarullah Siregar, Dl.Hom, D.N.Med, M.A., M.Sc., N.D., Ph.D. diperlukan:

960 ml ~ 1 botol ( 16 x minum = masing-masing 2 x 30 ml) Tahitian Noni Juice perhari selama 4 hari pertama;
480 ml ~ ½ botol Tahitian Noni Juice perhari selama 4 hari berikutnya;
240 ml Tahitian Noni Juice sehari selama 30 hari berikutnya;
105 ml untuk selanjutnya.

Dapat dipakai untuk kompress luka berdarah (untuk menghentikan pendarahan, dan rasa sakit segera).

Dikompres untuk muka (jerawat) atau kulit dan baik untuk pertumbuhan rambut.

Dipakai sebagai tetes mata (botol baru dibuka sebelum dikocok, ditaruh di botol tetes mata).

Informasi di atas tidak merupakan keharusan, dalam penggunaannya bisa disesuaikan kemampuan tubuh. Dan jika akan digunakan untuk perawatan perlu disesuaikan kembali dan memperhatikan kondisi tubuh sebagai acuan perkembangan dalam perawatan.

Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.